KPk Apresiasi Peran Polisi dalam Setiap OTT yang Dilakukan KPK

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Majelis Hakim PN Jaksel Iswahyu Widodo, resmi memakai rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan pasca terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 29 November 2018. Penyidik KPK resmi menetapkan lima tersangka dua hakim PN Jaksel Iswahyu Widodo, Irwan, Panitera Pengganti Muhammad Ramadhan, Advokat Arif Fitrawan dan pihak swasta Martin P. Silitonga.  TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Majelis Hakim PN Jaksel Iswahyu Widodo, resmi memakai rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan pasca terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 29 November 2018. Penyidik KPK resmi menetapkan lima tersangka dua hakim PN Jaksel Iswahyu Widodo, Irwan, Panitera Pengganti Muhammad Ramadhan, Advokat Arif Fitrawan dan pihak swasta Martin P. Silitonga. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo memuji capaian Brigadir Jenderal Firli sebagai Deputi Penindakan KPK yang telah membuat rekor jumlah Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada tahun 2018. 

    Hal tersebut diungkapkan Agus dalam rapat pimpinan Kepolisian RI. "Tahun kemarin jumlah OTT naik, karena ada pak Firli di Deputi Penindakan," ujar Agus di Gedung Tri Brata Porli, Rabu 30 Desember 2019. 

    Firli merupakan mantan Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat. Dia menjadi Deputi Penindakan KPK pada Juni 2018 menggantikan Inspektur Jenderal Heru Winarko yang diangkat menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional.

    Selain itu, Agus juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Kepolisian RI, terutama di Kepolisian Daerah dan Kepolisian Resor yang selalu mendukung KPK dalam setiap OTT di daerah.  "Saya juga sampaikan terima kasih kepada kawan kawan di Polda, Polres yang selalu mem back up KPK saat OTT di daerah," katanya. 

    Menurut Agus setiap KPK melakukan OTT kepolisian selalu dilibatkan, mulai dari tahap penangkapan hingga pemeriksaan awal di kantor Polda atau Polres. 

    Pada tahun 2018, KPK melakukan 30 kali OTT dan yang ditangkap kebanyakan adalah kepala daerah. Ada juga beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI, bahkan hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. 

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?