Tolak Beleid Baru, Profesor dan Pegawai Adukan Kepala LIPI ke DPR

Reporter

Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris saat ditemui usai acara Perspektif Indonesia Smart FM di Jakarta Pusat, Sabtu 24 November 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah profesor dan pegawai Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengadukan Kepala LIPI Laksana Tri Handoko ke Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Komisi VII DPR. Mereka mengeluhkan kebijakan baru yang diterbitkan oleh Tri Handoko tentang reorganisasi di dalam tubuh lembaga penelitian tersebut.

Berita lain: LIPI: 400 Ribu Ton Sampah Plastik Masuk ke Laut Tiap Tahun

"Kebijakan ini dilakukan tanpa visi dan tujuan yang jelas," kata Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI, Syamsuddin Haris, di Gedung DPR, Jakarta, 30 Januari 2019. Selain Syamsuddin Haris, hadir pula profesor-profesor seperti sejarawan Asvi Warman Adam, Hermawan Sulistyo dan mantan Kepala LIPI Lukman Hakim. Lalu ada juga puluhan pegawai LIPI.

Mereka mengadukan terbitnya Peraturan LIPI Nomor 1 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja LIPI. Tri Handoko meneken peraturan itu pada 7 Januari 2019. Beleid tersebut mengatur soal manajemen internal, sumber daya manusia, perekrutan diaspora secara masif hingga kerja sama dalam penelitian.

Menurut Syamsuddin kebijakan itu justru mereduksi fungsi LIPI dari lembaga penghasil ilmu pengetahuan menjadi hanya sekedar lembaga birokrasi penelitian. Kebijakan tersebut juga berimbas pada pengurangan sejumlah satuan kerja di LIPI, pemecatan eselon II, penghapusan sejumlah eselon III.  "Kebijakan itu juga mengancam dirumahkannya ratusan staf pendukung jumlahnya 1.500."

Lebih jauh, Syamsuddin menjelaskan aturan itu juga telah menghapus fungsi penelitian sejumlah satuan kerja LIPI, salah satunya pada Kebun Raya Bogor. Dalam Perka LIPI yang baru, fungsi KRB hanya dibagi menjadi 3, yakni bidang pengelolaan penelitian konservasi tumbuhan, bidang pengembangan kawasan kebun raya, dan subbagian tata usaha.

Dengan struktur baru tersebut maka fungsi penelitian tidak lagi melekat pada bidang pengembangan kawasan seperti sebelumnya. "Pemisahan fungsi penelitian dari pengembangan kawasan kebun raya, mereduksi tujuan kebun raya itu sendiri yakni konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan," kata Syamsuddin.

Karena itu, para peneliti LIPI mendesak agar peraturan itu dimoratorium dan dikaji ulang. Mereka juga mendesak agar kebijakan itu dievaluasi kembali.

Hingga berita ini diturunkan Tempo masih berusaha memeperoleh klarifikasi dari Kepala LIPI Tri Handoko.






Anies Baswedan Capres 2024, Ahli LIPI: Cara NasDem Agar Jadi Patron Koalisi

4 Oktober 2022

Anies Baswedan Capres 2024, Ahli LIPI: Cara NasDem Agar Jadi Patron Koalisi

Wasisto Rahardjo Jati berpendapat deklarasi Anies Baswedan sebagai calon presiden adalah upaya Nasdem untuk menjadi patron koalisi.


Partai Politik Sibuk Cari Capres 2024, Anies Baswedan: Enggak Ada yang Genit-genit

26 September 2022

Partai Politik Sibuk Cari Capres 2024, Anies Baswedan: Enggak Ada yang Genit-genit

Anies Baswedan menyatakan sangat menghormati proses diskusi soal calon presiden 2024 yang sedang dilakukan partai politik.


55 Tahun LIPI, Sejarah Panjang Hingga Lebur dalam BRIN

23 Agustus 2022

55 Tahun LIPI, Sejarah Panjang Hingga Lebur dalam BRIN

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) hari ini 55 tahun, begini sejarah panjangnya hingga dilebur dalam BRIN.


Kepala BRIN Telah Kantongi Nama-nama Kandidat Kepala Organisasi Riset

25 Februari 2022

Kepala BRIN Telah Kantongi Nama-nama Kandidat Kepala Organisasi Riset

BRIN memperpanjang tenggat akhir pendaftaran untuk posisi 85 kepala pusat riset seminggu lagi. Sebanyak 2 organisasi riset juga belum punya kepala.


BRIN Laporkan Telah Integrasikan 919 Unit Riset di 74 Kementerian/Lembaga

1 Februari 2022

BRIN Laporkan Telah Integrasikan 919 Unit Riset di 74 Kementerian/Lembaga

Kepala BRIN: dari usulan 18 organisasi riset dan 104 pusat piset yang kami sampaikan, telah diberikan persetujuan 12 OR dan 85 PR.


Peneliti BRIN Disebut Terpecah Jadi 4 Kelompok, Ada Golongan Oportunis

7 Januari 2022

Peneliti BRIN Disebut Terpecah Jadi 4 Kelompok, Ada Golongan Oportunis

Munculnya kelompok ini disebut-sebut karena Kepala BRIN Laksana Tri Handoko salah langkah dalam memulai kebijakan integrasi.


Kata Kepala BRIN Soal Pemecatan Tenaga Honorer Eijkman dan ABK Baruna Jaya

7 Januari 2022

Kata Kepala BRIN Soal Pemecatan Tenaga Honorer Eijkman dan ABK Baruna Jaya

Hingga saat ini sudah sebanyak 33 lembaga riset dari Kementerian/Lembaga telah terintegrasi dengan BRIN. Enam lagi menyusul.


Eks Pimpinan Lembaga Riset Menilai Gaya Kepemimpinan Kepala BRIN One Man Show

5 Januari 2022

Eks Pimpinan Lembaga Riset Menilai Gaya Kepemimpinan Kepala BRIN One Man Show

Forum Komunikasi Eks Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Ristek meminta Kepala BRIN Laksana Tri Handoko tak one man show.


Eks Pimpinan Lembaga Riset Sebut Integrasi ke BRIN Timbulkan Kekacauan

5 Januari 2022

Eks Pimpinan Lembaga Riset Sebut Integrasi ke BRIN Timbulkan Kekacauan

Dalam proses peleburan lembaga riset ke BRIN disebut terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih dari 2.000 pegawai.


Kepala BRIN Ungkap 2 Masalah Fundamental Riset di Indonesia

4 Januari 2022

Kepala BRIN Ungkap 2 Masalah Fundamental Riset di Indonesia

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menuturkan masalah pertama adalah riset di Indonesia terlalu didominasi pemerintah.