Cak Imin Incar 10 Kursi Menteri, PSI: Kami Tidak Akan Minta

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie beserta rombongan menyerahkan daftar nama calon legislatif (caleg) ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018. Partai Solidaritas Indonesia sudah menyerahkan bacaleg dengan 575 nama untuk 80 daerah pemilihan (dapil). TEMPO/Subekti.

    Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie beserta rombongan menyerahkan daftar nama calon legislatif (caleg) ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018. Partai Solidaritas Indonesia sudah menyerahkan bacaleg dengan 575 nama untuk 80 daerah pemilihan (dapil). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyatakan tidak keberatan dengan pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menginginkan 10 kursi menteri jika Jokowi kembali terpilih menjadi presiden 2019-2024. Ia mengatakan pada akhirnya yang dapat menentukan hanya Jokowi sebagai presiden.

     “Tidak apa-apa. Silakan saja Cak Imin mau minta berapa, toh nanti yang punya hak prerogatif kan Pak Jokowi,” kata Grace ketika dihubungi Tempo, Rabu, 30 Januari 2019.

    Baca: Cak Imin Sebut PKB Incar 10 Kursi Menteri, JK: Itu Berlebihan

    Target PKB itu disampaikan Cak Imin saat menerima audiensi Muslimat NU Gedung MPR. Menurut dia dengan 10 menteri, khususnya di sektor keuangan dan ekonomi, PKB akan mampu membawa ekonomi masyarakat lebih cepat makmur dan sejahtera.

    Berbeda dengan Cak Imin, Grace percaya Jokowi akan memastikan kursi menteri akan diisi orang-orang yang memiliki kapabilitas agar program-programnya nanti dapat terealisasi. Ia pun mengatakan tidak akan meminta kursi kepada Jokowi, dan lebih fokus untuk memenangkan Jokowi serta menggaet suara anak muda. “Tidak akan minta apalagi memaksa. Terserah Pak Jokowi.”

    Tanggapan soal pernyataan ini juga datang dari Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK. Ia mengatakan target  PKB berlebihan. Karena kursi menteri dalam pemerintahan umumnya dibagi rata untuk kalangan politikus dan profesional. Dalam Kabinet Kerja misalnya, sekitar 17 menteri merupakan politikus.

    Baca: Cak Imin Targetkan 10 Kursi Menteri di Pemerintahan Mendatang

    Menteri dari partai politik, kata JK, berasal dari partai-partai yang berperan mendukung kemenangan presiden terpilih. "Kalau ada partai yang mau sepuluh yang lain dapat apa? Kan sama-sama berjuang," kata dia di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019.

    Saat ini PKB mempunyai empat kursi menteri di pemerintahan, yaitu Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi, Menteri Desa Eko Putro Sandjojo dan Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi Muhammad Nasir.

    FIKRI ARIGI | VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.