Ikut Petani Panen Udang, Jari Jokowi Kepatil

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bersama petambak udang, memanen udang di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 30 Januari 2019. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi tampak didampingi putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka. ANTARA

    Presiden Jokowi bersama petambak udang, memanen udang di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 30 Januari 2019. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi tampak didampingi putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka. ANTARA

    TEMPO.CO, Bekasi - Presiden Joko Widodo atau Jokowi ikut membantu menarik jala bersama para petani dari kelompok Muara Gembong Mandiri, saat menghadiri Panen Raya Tambak Udang di Tambak Perhutanan Sosial, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

    Baca: Jokowi Tegaskan TNI Polri Harus Netral di Pemilu 2019

    Saat tengah menarik jala, jari telunjuk Jokowi terluka. "Kapatil," ujarnya di lokasi, Rabu, 30 Januari 2019.

    Jokowi sempat mendapatkan perawatan ringan. Dibantu asisten ajurannya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu membalut jarinya yang terluka dengan plester.

    Jokowi mengatakan dirinya sempat bekunjung ke tambak ini pada 2017. Ketika itu, dia meninjau revitalisasi tambak dan menebar benih. Tetapi, saat tiba masa panen, dia mendapat kabar bahwa gagal total.

    Setelah kegagalan itu, Jokowi bercerita, petani kembali menebar benih udang. Namun, hasilnya masih belum memuaskan. "Kalau yang pertama gagal total, yang kedua berhasil tapi baru 50 persen," kata dia.

    Kali ini, Jokowi menuturkan, semuanya membaik. Petani tambak diperkirakan mampu memanen 5 ton udang Vaname. "Ini sudah pada posisi normal," ujarnya.

    Baca: Jokowi Perpanjang Usia Pensiun Bintara dan Tamtama TNI

    Menurut Jokowi, memelihara udang jenis Vaname tidak mudah. Suhu, lingkungan, dan kadar oksigen harus selalu dipantau 24 jam. "Kebetulan di sini gagalnya pertama karena ada virus. Tapi sekarang sudah mulai bisa dilihat kapan dia (udang) keluar, kapan dia enggak," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.