Wabah DBD, Jusuf Kalla: Cucu Saya Juga Kena

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla mendengarkan penjelasan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengenai situasi terkini akibat bencana banjir dan longsor di Sulawesi Selatan di dalam pesawat menuju  Makasar, Ahad, 27 Januari 2019. Foto: Tim Media Wapres

    Wakil Presiden Jusuf Kalla mendengarkan penjelasan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengenai situasi terkini akibat bencana banjir dan longsor di Sulawesi Selatan di dalam pesawat menuju Makasar, Ahad, 27 Januari 2019. Foto: Tim Media Wapres

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD menyebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajak masyarakat mencegah penyebaran penyakit yang semakin meluas tersebut.

    Baca juga: Ini Lima Kecamatan di Jakarta dengan Kasus DBD Tertinggi

    "Masyarakat harus mencegah genangan-genangan air di selokan karena di situ sumbernya, tempat-tempat yang rawan, sampah-sampah," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019.

    JK mengingatkan bahwa pencegahan sangat penting lantaran nyamuk pembawa virus dengue tak pilih-pilih korbannya. Dia bercerita, keluarganya juga terjangkit virus DBD tersebut. "Cucu saya juga kena. Adik kena juga. Jadi ini tidak pilih-pilih," katanya.

    JK mengatakan penanganan DBD perlu dibagi antara pemerintah dan masyarakat. Masyarakat melakukan pencegahan, sementara pemerintah menyiapkan fasilitas pengobatan.

    Baca juga: 613 Kasus Demam Berdarah, DKI Jakarta Ditetapkan Waspada DBD

    Kementerian Kesehatan menyatakan sebanyak 11.224 orang tertular DBD di Indonesia hingga 25 Januari 2019. Sebanyak 110 orang di antaranya meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.