Amien Rais Sebut Indonesia Dikuasai Mafia, TKN: Dia Hanya Suudzon

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menjawab pertanyaan awak media saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018. Dalam kesempatan tersebut, Amien Rais didampingi politikus Partai Gerindra Ferry Juliantono, penggerak #2019GantiPresiden Neno Warisman, dan koordinator Forum Masyarakat Peduli Penegakan Hukum dan Keadilan Marwan Batubara. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menjawab pertanyaan awak media saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018. Dalam kesempatan tersebut, Amien Rais didampingi politikus Partai Gerindra Ferry Juliantono, penggerak #2019GantiPresiden Neno Warisman, dan koordinator Forum Masyarakat Peduli Penegakan Hukum dan Keadilan Marwan Batubara. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta-Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf berang dengan pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais yang menyebut penguasa sejati dari republik Indonesia adalah kaum mafia. Juru Bicara TKN Jokowi - Ma'ruf Ace Hasan Syadzily mengatakan pernyataan Amien Rais tanpa data dan penuh dengan teori konspirasi.

    "Tanpa dasar ilmu ekonomi yang memadai, Amien Rais hanya mengandalkan ilmu suudzon dengan menyebut mafia terjadi mulai dari kabupaten sampai nasional. Baginya negara kita seperti negeri para mafia," ujar Ace lewat keterangan tertulis, Selasa, 29 Januari 2019.

    Baca: Amien Rais: Penguasa Sejati dari Republik Ini adalah Mafia

    Kalau Indonesia disebut penuh mafia, Ace menilai jangan-jangan Amien Rais pernah berada di zona nyaman serta menjadi patron politik dari para mafia itu, mulai dari mafia impor migas sampai degan mafia perijinan hutan. "Bukankah mafia-mafia itu sudah lama ada sejak Orde Baru, bahkan ketika Amien Rais masih dalam kekuasan? Setelah tidak berkuasa lagi baru Amien Rais teriak-teriak. Itu sama saja menepuk air di dulang, tepercik muka sendiri," ujar Ace.

    Dia pun membeberkan prestasi Jokowi selama empat tahun pemerintahannya dalam memberantas mafia dan pemburu rente. "Pertama, pada tahun 2015, Jokowi membubarkan Petral, yang sudah diwacanakan sejak 2006. Setelah itu, Pak Jokowi melakukan reformasi regulasi dan tata kelola Migas secara lebih transparan," ujar dia.

    Selanjutnya, ujar Ace, pada 2017, Jokowi juga membentuk Satgas Pangan yang juga melakukan penegakan hukum terhadap kartel dan mafia pangan. Kemudian, Jokowi melakukan evaluasi terhadap jutaan hektar hutan yang izinnya banyak dikeluarkan sebelum pemerintahan Jokowi. "Praktik pemberian izin hutan secara ugal-ugalan justru diindikasikan dikeluarkan saat otoritas dipegang oleh orang yang dekat dengan Amien Rais," ujar Politikus Golkar ini.

    Simak: 4 Jenis Mafia Penguasa Republik Ini Menurut Amien Rais

    Untuk menghadapi pemburu rente dan  mafia perinjinan, ujar Ace, Jokowi melakukan reformasi besar-besaran dalam proses perizinan dengan menerapkan Online Single Submission untuk mencegah praktek kongkalikong dalam pemeberian perijinan.

    Sebelumnya Amien Rais mengatakan ada empat jenis mafia di Indonesia, dari yang levelnya ecek-ecek hingga supermafia. Parnyataan itu disampaikan Amien Rais di Sekretariat Nasional Prabowo-Sandiaga, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 29 Januari 2019.

    Amien menilai keberadaan mafia-mafia besar di Indonesia sudah ugal-ugalan sehingga harus segera dihentikan. "Mafia ini harus di-cut sayapnya supaya tidak ugal-ugalan gitu, dan makanya memerlukan kepemimpinan baru," kata Amien Rais.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.