KADIN: Tidak Ada CSR Industri Rokok

Reporter

Wakil Ketua KADIN, Suryani Motik (tengah) mengatakan tidak ada CSR industri rokok karena produknya sendiri sudah merusak dalam Focus Group DIscussion Tobacco Control Circle: Telaah Kritis Terhadap Kontroversi CSR Industri Rokok di Perguruan Tinggi di Indonesia, Jakarta, 29 Januari 2019.

TEMPO.CO, Jakarta - Kamar Dagang Industri (KADIN) menyatakan tidak ada Corporate Social Responsibility atau CSR industri rokok. “Karena CSR harusnya mengendalikan dampak sedangkan rokok itu sudah rusak sejak diproduksi, sudah berbahaya,” kata Suryani Motik, Wakil Ketua UMUM KADIN dalam diskusi Tobacco Control Circle: Telaah Kritis Terhadap Kontroversi CSR Industri Rokok di Perguruan Tinggi di Indonesia, Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019.

Suryani yang mengurusi persoalan CSR di KADIN menuturkan, CSR atau tanggung jawab perusahaan adalah operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara finansial tapi juga untuk membangun sosial ekonomi kawasan secara holistik, melembaga dan berkelanjutan.  Sederhananya, CSR dapat diartikan sebagai komitmen berkelanjutan dalam mengelola dampak usaha atau aktivitas perusahaan.

“Bagaimana mau disebut CSR industri rokok sedangkan rokoknya saja adalah dampaknya,” ujarnya dalam diskusi yang digelar oleh Indonesia Institute for Social Development (IISD), organisasi yang memfokuskan kesehatan masyarakat itu. 

Apalagi, kata Suryani, saat ini Indonesia berada di peringkat ketiga jumlah perokok terbesar di dunia setelah Cina dan India.  Jika menurut data Riskesdas Kementerian Kesehatan 2018, jumlah perokok di Indonesia saat ini sebesar 33,8 persen dari total jumlah penduduk 265 juta jiwa.

Ironisnya, Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia Pasifik yang belum meratifikasi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC). Bahkan, tiap tahun, jumlah prevalensi perokok pemula semakin tinggi. Saat ini prevalensi perokok pemula sebesar 9,1 persen meningkat dari tahun sebelumnya 8,8 persen.

Rektor Universitas Widya Mataram, Edy Suandi Hamid menekankan pentingnya gerakan . “Kalau di internal kampus, pentingnya gerakan untuk menggalang penolakan terhadap sponsorship dari industri rokok di seluruh perguruan tinggi,” katanya. Gerakan ini bisa berasal dari mahasiswa, dosen, dan birokrasi kampus. Terutama untuk gerakan mahasiswa, kata Edy, sebaiknya melibatkan organisasi internal dan eksternal kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa, IMM, HMI, GMNI, dan PMKRI.






ID FOOD Dukung Gerakan Kemitraan Inklusif UMKM Naik Kelas yang Dirilis Jokowi

23 jam lalu

ID FOOD Dukung Gerakan Kemitraan Inklusif UMKM Naik Kelas yang Dirilis Jokowi

BUMN Holding Pangan ID FOOD ikut mendukung gerakan kemitraan inklusif untuk UMKM Naik Kelas yang diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama KADIN Indonesia.


Ancaman Resesi Global, Ketua Kadin Sebut Upaya Dorong UMKM Naik Kelas Kian Penting

1 hari lalu

Ancaman Resesi Global, Ketua Kadin Sebut Upaya Dorong UMKM Naik Kelas Kian Penting

Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid menyatakan upaya mendorong UMKM naik kelas semakin penting saat ini. Apalagi belakangan muncul prediksi resesi global.


Kajian Larangan Ekspor Timah Dimulai, Program Hilirisasi hingga Ancaman Gugatan WTO Dibahas

1 hari lalu

Kajian Larangan Ekspor Timah Dimulai, Program Hilirisasi hingga Ancaman Gugatan WTO Dibahas

Pemerintah mulai melakukan sejumlah kajian terkait dengan berbagai dampak yang ditimbulkan seiring rencana melarang ekspor timah pada 2023 mendatang.


Bos Wismilak Meninggal, Ini Profil Willy Walla

3 hari lalu

Bos Wismilak Meninggal, Ini Profil Willy Walla

Siapakah Willy Walla, Komisaris Utama PT Wismilak Inti Makmur Tbk yang meninggal. Berikut profilnya.


Faktor-faktor yang Jadi Pertimbangan Pemerintah Sebelum Naikkan Cukai Rokok

4 hari lalu

Faktor-faktor yang Jadi Pertimbangan Pemerintah Sebelum Naikkan Cukai Rokok

Pemerintah tetap berhati-hati dalam menetapkan kebijakan terhadap tarif cukai rokok agar tidak menganggu kesejahteraan petani tembakau.


Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

10 hari lalu

Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

Solo Great Sale 2022 atau SGS 2022 bakal dibuka mulai Ahad, 25 September 2022. Target transaksi dalam SGS yang semula dipatok senilai Rp 1,3 triliun, dinaikkan jadi Rp 2 triliun


Popocorn Lung Mengintai Pengisap Rokok Elektrik, Apa Itu?

11 hari lalu

Popocorn Lung Mengintai Pengisap Rokok Elektrik, Apa Itu?

Kecanduan rokok elektrik bisa menimbulkan berbagai penyakit, salah satunya popcorn lung yang menyerang paru-paru.


Kadin Minta Hilirisasi Timah Dilakukan Secara Bertahap

11 hari lalu

Kadin Minta Hilirisasi Timah Dilakukan Secara Bertahap

Presiden Jokowi berencana menghentikan ekspor timah untuk mengembangkan industri hilir timah di dalam negeri sehingga memiliki nilai tambah.


Suku Bunga Acuan Naik jadi 4,25 Persen, Kadin: Pengusaha Tingkatkan Efisiensi

12 hari lalu

Suku Bunga Acuan Naik jadi 4,25 Persen, Kadin: Pengusaha Tingkatkan Efisiensi

Kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia menjadi 4,25 persen dinilai akan menambah beban berat yang harus dipikul kalangan pengusaha.


Kadin Desak Pemerintah Bikin Kajian Sebelum Jokowi Stop Ekspor Timah

13 hari lalu

Kadin Desak Pemerintah Bikin Kajian Sebelum Jokowi Stop Ekspor Timah

Jokowi sebelumnya menegaskan pemerintah terus menjalankan larangan ekspor barang tambang mentah, termasuk timah.