Kasus PLTU Riau-1, Eni Saragih Jadi Saksi Sidang Idrus Marham

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus suap proyek PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih, tersenyum saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019. Dalam sidang tersebut, Eni mengaku pernah menerima uang dari staf Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bernama Hadi, sebesar 10.000 dolar Singapura. TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa kasus suap proyek PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih, tersenyum saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019. Dalam sidang tersebut, Eni mengaku pernah menerima uang dari staf Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bernama Hadi, sebesar 10.000 dolar Singapura. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK akan menghadirkan mantan wakil ketua komisi VII DPR Eni Maulani Saragih sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara suap proyek PLTU Riau-1 dengan terdakwa Idrus Marham. "Saksi sidang Pak Idrus hari ini Eni Saragih," kata jaksa KPK Lie Setiawan saat dihubungi Selasa, 29 Januari 2019.

    Eni telah hadir di ruangan persidangan. "Ya, saya akan bersaksi untuk sidang Pak Idrus."

    Baca: Sidang PLTU Riau-1, Eni Saragih: Kata Pak Kotjo Ini Uang Halal

    Eni mengatakan akan menjelaskan keterangan yang akan digali oleh jaksa dalam persidangan nantinya. "Lihat pas persidangan nanti saja."

    Jaksa mendakwa Idrus bersama Eni Maulani Saragih menerima hadiah atau janji dari Johannes Budisutrisno Kotjo. Uang diberikan untuk Eni Saragih agar Kotjo mendapatkan proyek pembangunan PLTU Riau-1 melalui perusahaan Johannes, Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company Ltd yang dibawa pengusaha itu. 

    Baca:Kawal PLTU Riau-1, Eni Saragih Sebut Dijanjikan Saham oleh Setya

    Dalam dakwaan KPK, Idrus disebut mengarahkan Eni Saragih untuk meminta uang kepada Johannes untuk kepentingan Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar 2017. Eni yang menjadi bendahara umum dalam Munaslub itu meminta uang US$ 2,5 juta kepada Johannes Kotjo.

    Idrus Marham, kata jaksa, pernah melobi Johannes untuk memenuhi permintaan uang Eni Saragih. Uang itu juga untuk membiayai suaminya Muhammad Al Khadziq yang berlaga dalam pemilihan bupati Temanggung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.