Tiga Persamaan Obor Rakyat dengan Tabloid Indonesia Barokah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan Klojen menunjukkan tabloid Indonesia Barokah yang ditahan di ruang antaran Kantor Pos Pusat Kota Malang, Jawa Timur, Senin, 28 Januarai 2019. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Petugas Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan Klojen menunjukkan tabloid Indonesia Barokah yang ditahan di ruang antaran Kantor Pos Pusat Kota Malang, Jawa Timur, Senin, 28 Januarai 2019. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    2. Konten Tabloid Dinilai Menyudutkan Salah Satu Paslon

    Dua konten tabloid ini dinilai menyudutkan salah satu pasangan calon di Pilpres. Dewan Pers menyatakan beberapa konten dalam Tabloid Indonesia Barokah menyudutkan psalon Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Sementara Obor Rakyat terbukti menyebarkan fitnah terhadap calon presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2014.

    Tabloid Obor Rakyat menuai polemik saat terbit pertama kali pertama kali terbit pada Mei 2014 dengan judul halaman muka Capres Boneka. Tabloid itu menampilkan karikatur Joko Widodo atau Jokowi, calon presiden saat itu, sedang mencium tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Di dalamnya, redaksi menulis Jokowi sebagai keturunan Tionghoa dan kaki tangan asing. 

    Untuk tabloid Indonesia Barokah, Dewan Pers masih mengkaji kontennya. Dari hasil analisis sementara, mereka tak menemukan pekerjaan jurnalistik dalam surat kabar itu. Selain karena hanya menampilkan bahan sekunder tanpa verifikasi, penulis tabloid tersebut tak tercatat pernah mengikuti uji kompetensi wartawan di Dewan Pers. Namun, isi pemberitaan Tabloid Indonesia Barokah dinilai menyudutkan paslon 02, Prabowo Subianto.

    Tabloid Indonesia Barokah yang tersebar merupakan edisi pertama dengan tajuk “Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?”. Halaman depan surat kabar yang tayang pada Desember 2018 itu menampilkan karikatur orang memakai sorban dan memainkan dua wayang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.