Ipang Wahid Akui Anak Buahnya Ubah Server Situs Indonesia Barokah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irfan Wahid. Foto/twitter/@ipangwahid

    Irfan Wahid. Foto/twitter/@ipangwahid

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Ipang Wahid, mengakui bahwa anak buahnya telah mengganti identitas kepemilikan server situs indonesiabarokah.com. Kubu Prabowo mengaitkan nama Ipang sebagai dalang Tabloid Indonesia Barokah.

    Baca: Dituduh Dalang Tabloid Indonesia Barokah, Ini Jawaban Ipang Wahid

    Hal ini diungkapkan Ipang untuk mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial. Kabar itu menyebutkan bahwa kepemilikan server situs Indonesia Barokah dari supercp.com dengan email terdaftar nizar@ipangwahid.com berubah menjadi digitalocean.com dengan email terdaftar hostmaster@indonesiabarokah.com.

    "Jika ada yang bertanya, kenapa alamat emailnya diganti? Itu adalah reaksi kawan-kawan pembuat website yang panik, takut menyusahkan saya. Dan mereka pun, langsung mengganti ke server mereka sendiri," kata Ipang Wahid lewat keterangannya, Senin malam, 29 Januari 2019.

    Penelusuran Tempo melalui Whois, layanan untuk mendapatkan informasi mengenai sebuah domain, indonesiabarokah.com terdaftar dengan hosting CV. Rumahweb Indonesia atau rumahweb.com pada 21 November 2018. Kemudian, server itu tercatat baru di update pada 25 Januari 2019. 

    Informasi kepemilikan server saat ini adalah digitalocean.com dengan email terdaftar hostmaster@indonesiabarokah.com. Informasi kepemilikan awal tidak terlacak karena sudah di update.

    Kendati demikian, Ipang menegaskan bahwa situs tersebut bukan buatan anak buahnya. Nizar, salah satu staff di kantor digital agency miliknya, kata Ipang, hanya meminjamkan server untuk pembuatan situs indonesiabarokah.com.

    Nizar pernah membeli server dengan email terdaftar nizar@ipangwahid.com, yang penggunaannya disebut untuk pekerjaan kantor. Kemudian, ada orang yang ingin membuat website Indonesia Barokah. "Terus mengontak Nizar untuk meminjam server tersebut dan oleh Nizar diizinkan," kata Ipang Wahid.

    Ipang juga mengklaim bahwa website tersebut tidak ada hubungannya dengan Tabloid Indonesia Barokah. Ia juga menegaskan tidak terlibat dalam pembuatan tabloid tersebut. "Saya tegaskan sekali lagi bahwa saya bukan pembuat tabloid Indonesia Barokah. Saya hanya membuat konten kreatif untuk situs indonesiabarokah.com," ujar dia.

    Simak juga: JK Instruksikan Pengurus DMI Bakar Tabloid Indonesia Barokah

    Empat hari yang lalu, kubu Prabowo - Sandiaga melaporkan Tabloid Indonesia Barokah ke Bawaslu atas dugaan melakukan kampanye hitam. Sementara ini, Bawaslu belum menemukan unsur pelanggaran Pemilu terkait peredaran Tabloid Indonesia Barokah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.