Ahmad Dhani Dipenjara, Fadli Zon: Lonceng Kematian Demokrasi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, saat mengomentari vonis Ahmad Dhani di Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 28 Januari 2019. Tempo/Ryan Dwiky Anggriawan

    Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, saat mengomentari vonis Ahmad Dhani di Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 28 Januari 2019. Tempo/Ryan Dwiky Anggriawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan vonis 1 tahun 6 bulan penjara terhadap musikus Ahmad Dhani adalah lonceng kematian terhadap demokrasi di Indonesia. Menurut dia hukum tidak berlaku adil kepada Ahmad Dhani.

    "Karena berdasarkan twitnya Ahmad Dhani itu, saya kira tidak ada itu ujaran kebencian. Dia hanya mengatakan, kalau tidak salah ya, 'penista agama adalah bajingan yang harus diludahi mukanya.' Apa yang salah dengan itu?" kata Fadli Zon di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin, 28 Januari 2019.

    Menurut Fadli Zon, Ahmad Dhani juga tidak secara khusus mengalamatkan cuitannya itu untuk seseorang. Selain itu, kata dia, penista agama memang merupakan pelanggar hukum sama halnya dengan perampok ataupun pembunuh. "Nggak ada bedanya, kalau orang mengatakan pembunuh adalah bajingan, itu pendapat dia," ujarnya.

    Baca: Gerindra: Mengacu Fakta Persidangan, Harusnya Ahmad Dhani Bebas

    Fadli menilai vonis terhadap Ahmad Dhani adalah pelanggaran terhadap konstitusi dan Undang-Undang Dasar 45 tentang kebebasan menyatakan pendapat, baik lisan maupun tulisan. Ia berujar vonis tersebut telah menyalahi prinsip-prinsip demokrasi, ingin mengekang kebebasan berpendapat dan menakut-nakuti masyarakat supaya tidak mengkritik pemerintah.

    "Dan padahal ini (twit Ahmad Dhani) juga bukan kritik pemerintah. Ini kan satu statement, linier, yang menurut saya tidak ada sedikitpun salahnya disitu," tutur Fadli Zon.

    Sebelumnya Ahmad Dhani telah dijatuhi vonis 18 bulan penjara atau 1,5 tahun dalam kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Vonis itu dibacakan oleh ketua majelis hakim Ratmoho dalam persidangan hari ini, 28 Januari 2019. "Menjatuhkan pidana penjara selama 1,5 tahun dan menetapkan barang bukti dari penuntut umum dirampas untuk dimusnahkan," kata hakim Ratmoho.

    Simak: Sidang Vonis Ahmad Dhani Dijaga Puluhan Personel Polisi

    Menurut majelis hakim Ahmad Dhani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Ahmad Dhani dihukum karena melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh melakukan dan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan yang dituju atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku agama ras dan antar-golongan atau sara.

    Ahmad Dhani menjadi tersangka karena laporan Jack Lapian, pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pilkada DKI 2017. Pendiri BTP Network itu melaporkan Dhani ke polisi pada Kamis, 9 Maret 2017. Jack melaporkan tiga cuit musikus tersebut di akun twitternya. Ketiga unggahan status di media sosial Dhani tersebut dianggap mengandung unsur ujaran kebencian.

    RYAN DWIKY ANGGRIAWAN | IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.