KPK Bakal Bentuk Biro Khusus Pengamanan Pegawai dari Teror

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo (empat dari kanan) menerima alumni Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang memberikan dukungan moral kepada pimpinan KPK, di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 16 Januari 2019. Dalam aksi dukungan moral ini para alumni menyatakan mengutuk tindakan teror bom di rumah pimpinan KPK dan teror kepada penyidik KPK, serta meminta Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri untuk segera mengusut tuntas. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK Agus Rahardjo (empat dari kanan) menerima alumni Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang memberikan dukungan moral kepada pimpinan KPK, di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 16 Januari 2019. Dalam aksi dukungan moral ini para alumni menyatakan mengutuk tindakan teror bom di rumah pimpinan KPK dan teror kepada penyidik KPK, serta meminta Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri untuk segera mengusut tuntas. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK sedang mengkaji pembentukan biro khusus untuk membidangi sektor keamanan bagi pegawai KPK. Terutama dari ancaman teror.

    Baca juga: Wadah Pegawai Sebut Teror Pimpinan KPK adalah Ancaman Kesembilan

    "Ya biro baru, biro pengamanan, khusus untuk pengamanan pegawai KPK dari ancaman teror," ujar ketua KPK Agus Rahardjo saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Selatan, Senin 28 Januari 2019.

    Agus mengatakan hingga saat ini pembentukan Biro Pengamanan tersebut masih dalam pembicaraan. Namun, kata Agus, KPK akan mengupayakan biro tersebut rampung dalam waktu dekat.

    Seperti diketahui berbagai teror diterima oleh pegawai KPK. Kasus terbaru adalah teror di rumah pimpinan KPK Agus Rahardjo dan Laode M Syarif. Teror di kedua tempat itu berupa ancaman bom di rumah Agus, dan bom molotov di rumah Laode. Sebelumnya penyidik KPK Novel Baswedan diserang orang tak dikenal hingga menyebabkan matanya rusak. Belum ada titik terang siapa pelaku serangan dan teror tersebut.

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menjelaskan, sebelumnya bidang pengamanan tersebut dirangkap dalam Biro Umum KPK, yaitu untuk mengamankan pegawai KPK, lalu operasi-operasi, hingga dokumen-dokumen KPK.

    Baca juga: Pelaku Teror Pimpinan KPK dan Novel Baswedan Diduga 1 Jaringan

    Namun, kata Saut bidang pengamanan tersebut harus naik level dalam rangka memberikan pengamanan bagi pegawai KPK. Kata dia, wacana ini sudah menjadi pembicaraan di internal KPK sejak terjadinya aksi teror penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan.

    Saut menambahkan, saat ini KPK masih mengkaji struktur biro tersebut ke depannya. "Sekarang kami masih mengkaji dan menerima masukan bagaimana biro ini nantinya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.