5 Poin Penjelasan Ipang Wahid Soal Indonesia Barokah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irfan Wahid. Foto/twitter/@ipangwahid

    Irfan Wahid. Foto/twitter/@ipangwahid

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Ipang Wahid menjelaskan perbedaan antara indonesiabarokah.com dengan Tabloid Indonesia Barokah. Hal tersebut diungkapkannya membantah tudingan kubu Prabowo - Sandiaga bahwa Ipang merupakan dalang dalam pembuatan Tabloid Indonesia Barokah, karena pernah mengirimkan video ke situs indonesiabarokah.com

    Baca juga: Tabloid Indonesia Barokah Bisa Untungkan Dua Capres?

    "Enggak ada hubungannya website dengan tabloid. Saya tidak tahu siapa yang membuat tabloid karena situs itu platform terbuka dimana setiap orang bebas membuat karya konten kreatif, dengan segala bentuknya," ujar Ipang kepada Tempo, Ahad malam, 28 Januari 2019.

    Ipang menjelaskan 5 poin penjelasan tentang situs Indonesia Barokah. Pertama, Indonesia Barokah adalah gerakan yang bersifat terbuka. Di sana siapapun boleh dan atau bisa ikut berkontribusi untuk mendatangkan kebaikan bagi Indonesia.

    Kedua, ujar Ipang, Indonesia Barokah bukan organisasi, apalagi badan usaha. Melainkan kumpulan pemikiran dari banyak orang. "Satu di antara dasar pembuatannya adalah kegelisahan terhadap maraknya fitnah dan hoax yang alih-alih mendatangkan kebaikan bagi Indonesia tapi justru dapat memecah belah bangsa," ujar dia.

    Ketiga, sebab situs ini merupakan platform terbuka, sehingga, ada begitu banyak orang-orang baik sepemikiran, yang ingin ikut berkontribusi dalam membuat karya konten kreatif. Dengan segala bentuknya.

    Keempat, ujar Ipang Wahid, dirinya pribadi bersama beberapa kawan, ikut terlibat dalam membuat setidaknya tiga konten video, yakni; ‘Islam itu Indah’, ‘Deddy Mizwar’ dan ‘Parodi Bohemian. Semua pesan dalam video itu, ujar dia, mengajak kepada kebaikan dan menyampaikan pesan sejuk dan menyatukan.

    Baca juga: Alasan Kubu Prabowo Sebut Ipang Dalang Tabloid Indonesia Barokah

    "Social movement lewat kegiatan pembuatan konten kreatif ini sudah belasan tahun dilakukan. Dan telah menghasilkan puluhan karya. Kan saya sutradara iklan. Jadi, selama cocok dan selaras pemikirannya, saya pasti dukung," ujar dia.

    Lantas, ujar dia, tidak ada hubungan antara Ipang Wahid dengan tabloid Indonesia Barokah. "Demi Allah, saya tegaskan. Bahwa saya bukan pembuat tabloid Indonesia Barokah. Saya juga tidak terlibat dalam bentuk apapun atas tabloid tersebut," ujar dia.

    Poin terakhir, ujar Ipang, karena Indonesia Barokah ini sifatnya terbuka, gerakan dan isinya yang beragam mungkin bisa saja menjadi multi tafsir. "Tergantung kepentingannya, tetapi secara substansi, sekali lagi seperti namanya, "Indonesia Barokah", gerakan ini bertujuan untuk mendatangkan kebaikan bagi Indonesia," ujar Ipang Wahid.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.