Moeldoko Ingin TNI Lebih Berperan Tangani KKB di Papua

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu, 5 Desember 2018. KKB diduga telah melakukan penembakan terhadap 31 pekerja yang sedang mengerjakan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. ANTARA/Iwan Adisaputra

    Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu, 5 Desember 2018. KKB diduga telah melakukan penembakan terhadap 31 pekerja yang sedang mengerjakan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. ANTARA/Iwan Adisaputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengatakan harus ada evaluasi dalam penanganan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Ia ingin Tentara Nasional Indonesia (TNI) bisa dilibatkan

    Moeldoko berujar saat ini memang sudah ada keterlibatan TNI untuk memburu KKB di Papua, namun sifatnya masih sebatas perbantuan. "Iya, tapi, kan, (TNI) tidak di depan," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 28 Januari 2019.

     Baca: Polri: Gubernur Papua Seharusnya Dukung Keberadaan TNI - Polri

    Moeldoko menyatakan hal itu menanggapi kabar tewasnya seorang personel TNI Angkatan Darat akibat tertembak di Mapenduma, Kabupaten Nduga, Papua.

    Menurut dia, evaluasi ini sejalan dengan yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. "Pak Wiranto sudah mengatakan bahwa perlu ada evaluasi.”

    Menurut mantan panglima TNI itu, evaluasi adalah hal yang lumrah jika ada masalah yang terus terjadi. "Mesti ada upaya baru, model-model baru yang dikembangkan," tuturnya.

    Salah satunya, kata Moeldoko, dengan mengubah penyebutan dari KKB menjadi separatis. Menurut dia, istilah KKB membuat TNI tidak bisa terlibat banyak. "Bicara separatis, ya separatis. Beda penanganannya. KKB masih kepolisian. Kalau julukannya berbeda perlu tentara terlibat di dalamnya," kata dia.

    AHMAD FAIZ


  • KKB
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.