Kecelakaan Bus Bima Suci di Cipularang, Korban Tewas 7 Orang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah akan memulangkan tujuh jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menjadi korban kecelakaan lalulintas di Penang Malaysia, Selasa 24 Oktober 2017.

    Pemerintah akan memulangkan tujuh jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menjadi korban kecelakaan lalulintas di Penang Malaysia, Selasa 24 Oktober 2017.

    TEMPO.CO, Jakarta - Korban meninggal akibat kecelakaan bus Bima Suci di jalan tol Cipularang bertambah jadi 7 orang. Sebelumnya disebutkan kecelakaan bus bernomor polisi A 7620 CS itu menewaskan 4 penumpangnya. Kecelakaan bus Bima Suci ini terjadi pada Senin pagi, 28 Januari 2019 sekitar pukul 09.45.

    Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo menyebutkan, kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Tol Cipularang kilometer 70.480 jalur B, Kampung Sukamanah, Desa Cigelan, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta. 

    “Kendaraan tersebut, Hino Bima suci No Polisi A 7520 CS  datang dari arah Bandung menuju arah Jakarta,” ujar Trunoyudo kepada Tempo, Senin, 28 Januari 2019. 
    Ia menjelaskan kecelakaan itu diduga karena supir hilang kendali. Jarak pandang supir tersebut, kata Trunoyudo, terganggu oleh hujan yang mengguyur di sepanjang jalan tol. 

    “Sopir hilang kendali ke kiri jalan kemudian menabrak guadrill pembatas kiri jalan kemudian masuk ke selokan row kiri jalan,” ujarnya. 
    Kecelakaan tersebut mengakibatkan 7 orang meninggal dan 26 orang mengalami luka.

    “Akibat dari kejadian kecelakaan lalu lintas tersebut 4 orang meninggal dunia di TKP dan 26 orang mengalami luka-luka kemudian 3 orang meninggal dunia ketika mendapat perawatan medis di rumah sakit,” katanya. 

    Semua korban kecelakan bus Bima Suci dibawa ke rumah sakit Siloam dan RS Thamrin. Polisi masih melakukan penyelidikan ihwal penyebab pasti dari kecelakaan tersebut. “Pengemudi kendaraan masih diselidiki,” katanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.