Moeldoko Minta Polisi Usut Tabloid Indonesia Barokah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Bawaslu menunjukkan isi tabloid Indonesia Barokah di Kantor Bawaslu Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat 25 Januari 2019. Bawaslu Kota Tegal masih menyelidiki isi tabloid Indonesia Barokah yang sudah tersebar di sejumlah masjid dan yayasan di Kota Tegal dengan pengirim tak dikenal, karena Kantor Pos Kota Tegal menerima 11 kantong yang masing-masing kantong berisi 50 sampul (satu sampul berisi tiga eksemplar tabloid). ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    Petugas Bawaslu menunjukkan isi tabloid Indonesia Barokah di Kantor Bawaslu Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat 25 Januari 2019. Bawaslu Kota Tegal masih menyelidiki isi tabloid Indonesia Barokah yang sudah tersebar di sejumlah masjid dan yayasan di Kota Tegal dengan pengirim tak dikenal, karena Kantor Pos Kota Tegal menerima 11 kantong yang masing-masing kantong berisi 50 sampul (satu sampul berisi tiga eksemplar tabloid). ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staff Kepresidenan Moeldoko meminta kedua kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019 menyerahkan kasus Tabloid Indonesia Barokah kepada kepolisian. "Saya pikir nanti polisi punya upaya mengungkap semuanya. Serahkan saja kepada kepolisian, karena nanti menjadi saling lempar-lemparan," kata Moeldoko di Sekretariat Kabinet, Jakarta, Senin, 28 Januari 2019.

    Baca: Dituduh Dalang Tabloid Indonesia Barokah, Ini Jawaban Ipang Wahid

    Moeldoko menuturkan, aparat kepolisian harus bertindak agar kubu Jokowi - Ma'ruf dan Prabowo - Sandiaga tidak saling curiga satu sama lain. Pasalnya, sikap saling curiga tersebut kini muncul setelah kubu Prabowo - Sandiaga menuding Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin, Ipang Wahid, sebagai dalang tabloid itu.

    Menurut mantan Panglima TNI itu, peredaran Tabloid Indonesia Barokah perlu didalami. Sebab, dapat merusak demokrasi di Indonesia. "Cara-cara seperti itu sungguh tidak bagus untuk perkembangan demokrasi ke depan," kata dia.

    Tabloid Indonesia Barokah dilaporkan beredar di pesantren dan pengurus masjid di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Di Jawa Barat, tabloid itu ditemukan di 20 kabupaten dan kota. Peredaran surat kabar ini ditangani oleh Bawaslu di provinsi-provinsi tersebut.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia telah menginstruksikan pengurus DMI di daerah-daerah untuk membakar tabloid tersebut, jika kedapatan masuk ke ranah masjid. Ia mengimbau agar masjid tidak dijadikan tempat membuat dan menyebarkan hoaks.

    Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, kemudian menuding Irfan atau Ipang Wahid merupakan dalang Tabloid Indonesia Barokah. Tudingan ini berangkat dari jejak digital Ipang di situs Indonesiabarokah.com. Andre berpendapat situs Indonesiabarokah.com memiliki hubungan dengan Tabloid Indonesia Barokah.

    Ipang Wahid membantah tuduhan Andre. "Demi Allah, saya tegaskan bahwa saya bukan pembuat Tabloid Indonesia Barokah," ujar Ipang Wahid, Ahad malam, 27 Januari 2019.

    Simak juga: JK Instruksikan Pengurus DMI Bakar Tabloid Indonesia Barokah

    Sepemahaman Ipang, indonesiabarokah.com merupakan sebuah platform terbuka yang sebagian besar kontennya berisi tentang dakwah, di sana siapapun bisa berkontribusi mengirimkan konten-konten kreatif. "Enggak ada hubungannya website dengan tabloid Indonesia Barokah. Saya tidak tahu siapa yang membuat tabloid karena semua bebas membuat karya konten kreatif, dengan segala bentuknya," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.