Geram, Hashim Djojohadikusumo akan Usut Tabloid Indonesia Barokah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo Subianto, saat menghadiri dialog kebangsaan 'Kebhinekaan dan Pemilu Damai' di Gedung Bhayangkari, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu, 27 Januari 2019. Tempo/Ryan Dwiky Anggriawan

    Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo Subianto, saat menghadiri dialog kebangsaan 'Kebhinekaan dan Pemilu Damai' di Gedung Bhayangkari, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu, 27 Januari 2019. Tempo/Ryan Dwiky Anggriawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Adik calon wakil presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, akan mengusut dalang di balik peredaran tabloid Indonesia Barokah di beberapa daerah. "Kami akan usut itu siapa yang di belakang itu," kata Hashim kepada wartawan di gedung Bhayangkari, Ahad, 27 Januari 2019.

    Ia geram karena menurut dia Indonesia Barokah memuat konten yang menyudutkan pasangan calon Prabowo - Sandiaga Uno.

    Baca: Tabloid Indonesia Barokah Bisa Untungkan Dua ...

    Hashim menuturkan Indonesia Barokah bukanlah sebuah media. Media itu, kata dia, tidak terdaftar di Dewan Pers dan tidak dikenal Kementerian Kominfo. "Ini warta berita yang liar, ini penyebaran hoax. Prabowo - Sandiaga adalah korban nyata dari hoax dan berita palsu menurut saya."

    Tabloid Indonesia Barokah dilaporkan beredar di pesantren dan pengurus masjid di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Di Jawa Barat, tabloid itu ditemukan di 20 kabupaten dan kota. Peredaran surat kabar ini ditangani oleh Bawaslu di provinsi-provinsi itu.

    Baca: JK Instruksikan Pengurus DMI Bakar Tabloid Indonesia Barokah

    Tabloid Indonesia Barokah yang tersebar merupakan edisi pertama dengan tajuk “Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?”. Halaman depan surat kabar yang tayang pada Desember 2018 itu menampilkan karikatur orang mengenalan sorban dan memainkan dua wayang.

    Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga, Andre Rosiade menuduh Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Ipang Wahid berada di belakang tabloid Indonesia Barokah. Namun, tuduhan itu dibantah. "Demi Allah, saya tegaskan bahwa saya bukan pembuat Tabloid Indonesia Barokah," kata Ipang Wahid, Ahad malam, 27 Januari 2019.

    Simak:

    Ipang juga mengklarifikasi tuduhan Andre Rosiade yang menemukan jejak digital Ipang Wahid pernah mengirim beberapa video di situs indonesiabarokah.com dengan konten yang berisi logo serupa Tabloid Indonesia Barokah. Kepada Tempo, Ipang mengakui bahwa ia pernah membuat tiga konten video yang berjudul ‘Islam itu Indah’, ‘Deddy Mizwar’ dan ‘Parodi Bohemian, yang kemudian dimuat di situs indonesiabarokah.com.

    Ipang mengatakan video itu dibuat sekitar tiga bulan lalu. Salah satu video yang dikirimkan kepada Tempo berjudul 'Islam itu Indah", berisi pesan untuk umat Islam menjaga persatuan dan perdamaian. Menurut dia, indonesiabarokah.com merupakan platform terbuka yang sebagian besar kontennya berisi tentang dakwah, siapapun bisa mengirimkan konten-konten kreatif. "Enggak ada hubungannya website dengan tabloid.” Ia mengaku tidak tahu pembuat tabloid karena semua bebas membuat karya konten kreatif dengan segala bentuknya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.