Kata Tompi, Ahok Siap Berkampanye untuk Jokowi - Ma'ruf Amin

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendukung Basuki Tjahaja Purnama menunjukkan foto di akun instagram BasukiBTP di depan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok,  Kamis, 24 Januari 2019. Mereka memberi dukungan moril kepada Ahok yang resmi bebas dari penjara usai menjalani masa tahanan satu tahun delapan bulan dan 15 hari. ANTARA/Kahfie Kamaru

    Pendukung Basuki Tjahaja Purnama menunjukkan foto di akun instagram BasukiBTP di depan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Kamis, 24 Januari 2019. Mereka memberi dukungan moril kepada Ahok yang resmi bebas dari penjara usai menjalani masa tahanan satu tahun delapan bulan dan 15 hari. ANTARA/Kahfie Kamaru

    TEMPO.CO, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan bersedia membantu pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin dalam kampanye pemilihan presiden 2019, setelah bebas dari penjara. Kesediaan itu disampaikannya kepada penyanyi jazz Teuku Adifitrian alias Tompi dalam perjumpaan mereka pada Sabtu siang pekan lalu, 19 Januari 2019, di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Kota Depok.

    "Dia bahkan bilang siap naik panggung kampanye untuk Pak Ma'ruf Amin," kata Tompi kepada Tempo, Rabu malam lalu, 23 Januari 2019.

    Baca: 5 Fakta Seputar Ahok Bebas dari Penjara

    Menurut Tompi, Ahok mengaku tidak dendam. "Dia katakan tak ada dendam kepada Ma'ruf Amin." Sabtu siang itu Tompi bertanya apakah Ahok bersedia mendukung Jokowi - Ma'ruf.

    Dalam pertemuan sekitar satu setengah jam itu, tokoh yang dikaguminya itu mengaku berutang budi kepada Ma’ruf, yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia nonaktif. Ahok bersyukur bisa belajar menaklukkan diri sendiri selama menjalani hukuman sekitar 2 tahun. "Jadi sudah benar saya disekolahkan di sini," ucap Tompi menirukan Ahok.

    Ma'ruf Amin menjadi saksi ahli yang memberatkan Ahok dalam sidang perkara penistaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, yang digelar di gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan. Ma'ruf yang meneken fatwa MUI bahwa Ahok menista Islam. PN Jakarta Utara menghukum Ahok selama 2 tahun penjara pada Mei 2017. Saat ini, Ma'ruf didapuk menjadi calon wakil presiden mendampingi inkumben Jokowi.

    Seorang pendukung Ahok dalam pilkada DKI Jakarta 2017 mengatakan sokongan terhadap Jokowi - Ma'ruf secara implisit muncul dalam surat terbuka Basuki kepada para pendukungnya tanggal 17 Januari 2019. Ahok mengimbau mereka agar tidak golput dalam Pemilu 2019.

    Baca: Doa Ridwan Kamil untuk Ahok

    Ahok pun disebut-sebut akan masuk PDIP, jika kembali ke dunia politik. Niat Basuki itu diketahui dari Djarot Saiful Hidayat, politikus senior PDIP dan pasangan Basuki dalam pilkada DKI 2017. "Kalau masuk partai, dia milih PDIP," ucap Djarot, dua hari lalu.

    Hingga tadi malam, Basuki atau anggota staf pribadinya, Ima Mahdiah, belum bisa dimintai penjelasan tentang rencana politik Ahok. Sedangkan pengacaranya, Teguh Samudera membenarkan bahwa kliennya diajak bergabung ke PDIP dan partai lain. "Pak Ahok dekat dengan lbu Megawati, tapi biar beliau yang menyampaikan langsung," ujar Teguh.

    DEWI NURITA | JOBPIE SUGIHARTO l KORAN TEMPO

    Catatan:
    Berita ini dikoreksi di paragraf terakhir karena ada kesalahan penulisan nama pada Minggu, 27 Januari 2019, pukul 14.05 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.