Kata Arief Sulistyanto 5 Bulan Menjabat Kabareskrim Mabes Polri

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jendral Tito Karnavian (kiri) menandatangani berita acara sertijab perwira tinggi (Pati) Polri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 24 Januari 2019. Irjen Pol Idham Azis menggantikan Komjen Pol Arief Sulistyanto sebagai Kabareskrim. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kapolri Jendral Tito Karnavian (kiri) menandatangani berita acara sertijab perwira tinggi (Pati) Polri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 24 Januari 2019. Irjen Pol Idham Azis menggantikan Komjen Pol Arief Sulistyanto sebagai Kabareskrim. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta-Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto kini mengemban tugas baru sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Pelatihan Polri. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri sejak Agustus 2018 lalu. Posisi Arief sebelumnya ditempati mantan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis.

    "Alhamdulillah saya mendapat kesempatan menjadi Kabareskrim. Walau hanya lima bulan, setidaknya saya tahu apa yang terjadi dan bagaimana membenahinya," ucap Arief melalui keterangan tertulis, Kamis, 23 Januari 2019.

    Baca: Mutasi Polri, Kapolri Resmi Lantik Idham Azis dan Pejabat Lainnya

    Arief pun menilai jabatan barunya sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Pelatihan Polri ikut andil dalam menentukan kualitas seorang polisi. Tepatnya menciptakan sosok anggota Polri yang berintegritas, profesional yang unggul dan kompetitif.

    "Integritas moral menjadi landasan utama sehingga perlu dibangun kultur pendidikan yang efektif sehingga bisa melahirkan sosok personil Polri yang reformis, berintegritas dan profesional," kata Arief.

    Sebelum menjabat Kabareskrim Polri, Arief Sulistyanto pernah mengisi posisi Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Polri. Ia dianggap berhasil membenahi proses rekrutmen anggota Polri. Sebab saat itu banyak sekali persoalan, salah satunya adalah anggota Polri berpangkat komisaris besar yang menganggur karena tidak memegang jabatan fungsional.

    Simak: Kapolri Tepis Rumor Ketidakharmonisan di Balik Pergantian 17 Pati


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.