Ma'ruf Amin: Perlakukan Ahok sebagai Warga Negara yang Baik

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ma'ruf Amin di Pondok Pesantren Nur Antika Kampung Kadu Desa Pete Tigaraksa Kabupaten Tangerang, Jumat, 18 Januari 2019. TEMPO/Ayu Cipta.

    Ma'ruf Amin di Pondok Pesantren Nur Antika Kampung Kadu Desa Pete Tigaraksa Kabupaten Tangerang, Jumat, 18 Januari 2019. TEMPO/Ayu Cipta.

    TEMPO.CO, Surabaya-Calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin menyambut baik bebasnya mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias  Ahok setelah menjalani hukuman 1 tahun 8 bulan 15 hari di Rumah Tahanan Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok.

    Menurut Ma'ruf, setelah Ahok bebas, haknya sebagai warga negara harus kembali dipulihkan. "Oh iya (haknya dipulihkan). Semua sama di mata hukum. Yang juga pernah mengalami seperti Ahok, dihukum berapa lama, kita harus perlakukan sebagai warga yang baik," kata Ma'ruf di Surabaya, Kamis, 24 Januari 2019.

    Baca: Ahok Bebas, Ini Sejumlah Agenda yang Akan Dilakukannya

    Ahok menjalani hukuman sejak 9 Mei 2017. Dia dinyatakan bersalah oleh majelis hakim karena terbukti melakukan penodaan agama dalam pidatonya di Kepulauan Seribu pada 2016. Ahok pun divonis hukuman penjara dua tahun. Namun ia bebas lebih cepat karena memperoleh beberapa kali remisi.

    Ahok telah resmi bebas dari hukuman kasus penodaan agama. Ma'ruf mengatakan sebagai seorang warga negara, Ahok telah menjalani hukuman sesuai putusan pengadilan dan berhak memeroleh kebebasan. "Dia sudah menjalani dan kembali ke masyarakat," ucap dia.

    Simak: PSI Batal Gelar Acara Penyambutan Ahok, Apa Alasannya?

    Sebelumnya dalam video yang beredar di media sosial pada awal Januari lalu, Ma'ruf Amin menyatakan minta maaf kepada Ahok. Menurut Ma'ruf ia turut andil membawa Ahok ke penjara. Terkonfirmasi, potongan video berdurasi 48 detik yang viral itu merupakan bagian dari wawancara Ma'ruf dengan salah satu media mainstream.

    "Iya, tentu saja (menyesal). Cuman karena terpaksa saja kan. Siapa yang ingin memenjarakan orang kan. Gak mau kan. Tapi karena terpaksa. Situasi pada waktu itu prosesnya penegakan hukum. Apa boleh buat, dengan rasa terenyuh. Walaupun habis itu saya juga minta maaf, karena juga tidak ingin menyusahkan orang, tidak ingin," begitu pernyataan Ma'ruf dalam video itu mengenai Ahok.

    Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan, pernyataan Ma'ruf di video itu hanya menunjukkan sosok Ketua MUI itu sebagai seorang pemimpin dan seorang ulama yang selalu menjawab berbagai persoalan.

    "Pernyatan beliau merupakan sesuatu hal yang sangat menunjukkan beliau memang seorang ulama yang selalu menjawab pertanyaan wartawan, sementara yang di sana mencurigai wartawan," ujar Hasto Kristiyanto saat dimintai tanggapan ihwal video itu, Jumat, 4 Januari 2019.



    ANTARA | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.