Suap Dana Hibah KONI, KPK Panggil Menpora Imam Nahrawi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (tengah) berbincang bersama pejabat terkait usai memberikan keterangan kepada media tentang OTT yang dilakukan oleh KPK terkait dana hibah Kemenpora ke KONI, di gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018. Menpora meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan atlet di Indonesia atas terjadinya peristiwa itu dan menyerahkan seluruh proses hukumnya kepada KPK. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (tengah) berbincang bersama pejabat terkait usai memberikan keterangan kepada media tentang OTT yang dilakukan oleh KPK terkait dana hibah Kemenpora ke KONI, di gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018. Menpora meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan atlet di Indonesia atas terjadinya peristiwa itu dan menyerahkan seluruh proses hukumnya kepada KPK. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan kepada Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Iman Nahrawi sebagai saksi dalam kasus dugaan suap proyek dana hibah Komite Olah Raga Nasional atau KONI.

    Baca: KPK Menduga Aspri Menpora Berperan Signifikan di Kasus Dana Hibah

    "Hari ini diagendakan pemeriksaan terhadap Menpora sebagai saksi," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 24 Januari 2019.

    Febri belum bisa menjelaskan lebih lanjut terkait pemanggilan tersebut, termasuk agenda dari pemeriksaan Iman Nahrawi.

    Sebelumnya, KPK sudah memeriksa beberapa petinggi Kemenpora, mulai Inspektorat Jenderal Kemenpora hingga asisten pribadi Imam Nahrawi, Miftahul Ulum.

    Dalam perkara ini penyidik KPK juga telah menggeledah ruang kerja Imam Nahrawi. Dari penggeledahan ruangan itu, KPK menyita dokumen dan proposal terkait dana hibah. Ruang kerja Imam digeledah karena mekanisme pengajuan proposal dana hibah mesti melalui Menpora.

    Baca: KPK Imbau Pihak yang Terima Suap Hibah KONI Kembalikan Uang

    Kasus ini terungkap setelah adanya penangkapan sejumlah pejabat Kemenpora dan KONI dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Selasa, 18 Desember 2018. Setelah penangkapan itu, lembaga antirasuah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Dua di antaranya adalah Hamidy dan Bendahara Umum KONI Jhonny E. Awuy sebagai tersangka pemberi suap.

    Tiga orang tersangka lain dari Kemenpora, yaitu Deputi IV Kemenpora Mulyana, pejabat pembuat komitmen di Kemenpora, Adhi Purnomo dan Staf Kementerian Kemenpora Eko Triyanto. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

    Baca: KPK Geledah Ruangan Menpora terkait Kasus Suap Dana Hibah

    KPK menduga Adhi Purnomo dan Eko menerima suap sedikitnya Rp 318 juta dari pejabat KONI terkait penerimaan dana hibah dari pemerintah yang diberikan melalui Kemenpora. Sementara, KPK menyangka Mulyana menerima duit suap dalam kartu ATM sebanyak Rp 100 juta. KPK menduga sebelumnya Mulyana telah menerima 1 unit mobil Toyota Fortuner pada April 2018, Rp 300 juta pada Juni 2018 dari Jhonny E. Awuy dan 1 telepon genggam Samsung Galaxy Note 9 pada September 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.