Keluar dari Rutan Mako Brimob, Ahok Dijemput Anaknya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para Ahoker menyambut bebasnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di depan Gerbang Mako Brimob Kelapa Dua Kamis 23 Januari 2019. Tempo/Irsyan Hasyim

    Para Ahoker menyambut bebasnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di depan Gerbang Mako Brimob Kelapa Dua Kamis 23 Januari 2019. Tempo/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, sudah keluar dari Rumah Tahanan Markas Komando Brigade Mobil Depok, pada Kamis pagi, 24 Januari 2019. "Bapak Basuki Tjahaja Purnama sudah keluar dari Mako Brimob Kelapa Dua kurang lebih pukul 07.30." Anggota tim BTP, Ima Mahdiah menyampaikan melalui pesan tertulisnya.

    Ima mengatakan Ahok dijemput putra sulungnya, Nicholas Sean, dan perwakilan tim BTP. Seusai dijemput, kata Ima, Ahok yang kini ingin disapa BTP langsung menuju rumahnya.

    Baca: Ahok Bebas, Pengacara: Bripda Puput Tidak Ikut Jemput

    Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutus Ahok dengan pidana penjara selamat dua tahun karena terbukti bersalah dalam perkara penodaan agama dalam pidatonya di Pulau Seribu tiga tahun lalu. Pidato itu memicu demonstrasi besar pada 4 November dan 2 Desember 2016.

    Ahok menjalani hukumannya selama 21 bulan setelah mendapat remisi Natal 2018 dan remisi umum. Urusan administrasi kebebasan Ahok dilakukan dari Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta.

    Baca: Tak Buru-buru Berpolitik, Berikut Agenda Ahok dalam Waktu Dekat

    Menurut politikus PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, Ahok sudah siap bertemu masyarakat dan ingin menikmati hidup setelah 21 bulan berada di Rutan Mako Brimob. Djarot mengatakan Ahok tidak akan terburu-buru masuk ke dunia politik.

    Sahabatnya itu akan berlibur bersama keluarganya seusai bebas. "Dia ingin ke Bali, Belitung, dan melihat sakura di Jepang," kata Djarot.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.