Abu Bakar Ba'asyir Batal Bebas, Pengacara: Janji Tetap Janji

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Pengacara Muslim atau TPM selaku kuasa terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir Mahendradatta (tengah) saat konfrensi pers terkait pembebasan terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir, di Jakarta Selatan Sabtu 19 Januari 2019 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    Tim Pengacara Muslim atau TPM selaku kuasa terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir Mahendradatta (tengah) saat konfrensi pers terkait pembebasan terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir, di Jakarta Selatan Sabtu 19 Januari 2019 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta-Tim Pengacara Muslim (TPM) selaku kuasa hukum terpidana kasus terorisme  Abu Bakar Ba'asyir mengaku telah berbicara dengan kliennya soal batalnya rencana bebas bersyarat terhadap pimpinan Jamaah Anshorut Tauhid itu. "Soal jadi atau tidaknya rencana bebasnya Ustad telah kami komunikasikan dengan Ustad tadi," ujar kordinator TPM Mahendradatta saat ditemui di Kompleks Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta Selatan, Rabu, 23 Januari 2019.

    Menurut Mahendradatta, Abu Bakar Ba'asyir bertanya kenapa rencana yang ditawarkan Presiden Joko Widodo melalui pakar hukum Yusril Iza Mahendra Jumat pekan lalu tidak jadi. "Janji adalah janji, lalu kenapa berubah," ujar Mahendradatta menirukan Ba'asyir.

    Baca: Acara Penyambutan Abu Bakar Baasyir di Pesantren Dibatalkan

    Padahal, kata kordinator kuasa hukum Abu Bakar Ba'asyir, Ahmad Michdan, TPM merencanakan pembebasan tanpa sarat kliennya. Dia bersama TPM dan perwakilan keluarga Baasyir telah menyambangi Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur Bogor, Selasa kemarin.

    Selain itu, ujar Michdan, Abu Bakar Ba'asyir telah membereskan selnya untuk mempersiapkan rencana pulang ke Solo. Hal yang sama disampaikan oleh anak ketiga Abu Bakar Ba'asyir, Abdurrahim Ba'asyir, bahwa sang bapak telah membereskan kamar tahannya untuk bebas.

    Menurut Abdurrahim ayahnya kecewa karena rencana bebas tanpa syarat tersebut batal. "Beliau kecewa, sama seperti kami keluarga yang telah menyiapkan rencana kepulangan beliau," ujarnya.

    Munculnya tawaran bebas tanpa syarat kepada Abu Bakar Ba,asyir disampaikan oleh Yusril saat berkunjung ke Lapas Gunung Sindur Jumat pekan lalu. Saat itu Yusril mengutarakan jika Presiden Jokowi akan mengeluarkan kebijakan agar Abu Bakar Ba'asyir bisa bebas tanpa sarat.

    Simak: Peran Yusril dalam Rencana Pembebasan Ba'asyir

    Sebelumnya, Abu Bakar Ba'asyir telah berhak mengajukan bebas bersyarat pada Desember lalu setelah menjalani dua pertiga masa hukuman, yaitu 9 tahun dari vonis 15 tahun. Tapi Abu Bakar Ba'asyir menolak mengajukan bebas bersyarat karena ada harus menandatangani ikrar setia pada  NKRI.

    Namun rencana pembebasan tanpa sarat tersebut batal. Menurut Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko pemerintah tidak akan membebaskan Abu Bakar Ba'asyir selama yang bersangkutan tak memenuhi persyaratan yang berlaku, yakni harus menyatakan kesetiaannya kepada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), Pancasila, dan UUD 1945.

    Ia berujar 'bola' pembebasan Baasyir saat ini bukan di sisi pemerintah, melainkan di pihak  Abu Bakar Ba'asyir.  “Karena itu persyaratan yang tidak boleh dinegosiasikan," kata Moeldoko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.