Eks Kepala Lapas Sukamiskin Sebut Soal Izin Saung Milik Setnov

Mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin, Wahid Husein, menjawab pertanyaan media setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin, 17 September 2018. Penyidik melakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari terhadap tersangka Wahid Husein dalam kasus dugaan suap Kalapas Sukamiskin terkait dengan pemberian fasilitas, perizinan, atau pemberian lainnya di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Sukamiskin. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein menjadi saksi dalam sidang dugaan suap narapidana korupsi Fahmi Darmawansyah. Dalam sidang itu, Wahid memberikan keterangan saat dia dimintai izin oleh Setya Novanto untuk pembangunan saung mewah di dalam lapas Sukamiskin.

Baca juga: Cerita Inneke soal Mobil Triton untuk Kalapas Sukamiskin

Agenda sidang lanjutan suap Lapas Sukamiskin itu menghadirkan Fahmi Darmawansyah dan Andri Rahmat sebagai terdakwa. Sementara Wahid duduk sebagai saksi dan dicecar banyak pertanyaan oleh majelis hakim dalam persidangan yang digelar di ruang sidang VI, Pengadilan Negeri (PN), Bandung, Jalan RE Martadinata, Bandung, Rabu, 23 Januari 2019.

Hakim menanyakan terkait keberadaan saung mewah di dalam lapas Sukamiskin. Wahid menjawab saung itu memang sudah lama berdiri bahkan sejak dia menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin pun saung itu sudah ada sebelumnya.

"Ketika saya di sana, saung itu sudah ada. Enggak tahu siapa yang bikin. Tapi rata-rata milik tipikor. Ada salah satunya punya Fahmi," ujar Wahid dalam persidangan.

Sebetulnya, kata dia, pembangunan saung di dalam lapas itu tidak diperbolehkan. Namun, Wahid mengaku hanya bisa diam saja melihat kenyataan saung-saung itu sudah berdiri tegak di area dalam lapas Sukamiskin.

"Ya tidak boleh (membangun saung) tapi itu sudah berada sebelum saya jadi kalapas, saya sudah mengusulkan melakukan penggusuran. Rencananya saya mau membongkar," kata dia.

Menurut dia, saung itu semuanya milik narapidana korupsi yang mendekam di balik jeruji lapas Sukamiskin. Kalau dihitung, kata dia, kurang lebih sekitar 20 napi koruptor yang memiliki saung itu.

Teranyar, terpidana kasus proyek KTP Elektronik, Setya Novanto. Eks Ketua DPR RI itu meminta izin untuk mendirikan saung kepada Wahid. Alasannya, kata dia, karena tidak ada tempat yang layak untuk tamu yang berkunjung menemui Setnov di dalam lapas. "Cuma satu (memberikan izin) Setnov," ujarnya.

Namun, keinginan Setnov untuk mendirikan saung itu tidak terealisasi. Wahid mengaku selama dia menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin, hanya sekali saja dia memperbolehkan warga binaan mendirikan saung, yakni Setnov. "Ya mintanya secara tidak langsung," katanya.

Baca juga: Tujuh Napi Sewa Bilik Asmara yang Dikelola Fahmi Darmawansyah

Hakim bertanya kenapa Wahid sampai mengizinkan warga binaan mendirikan saung di dalam lapas Sukamiskin. Wahid hanya menjawab kalau dirinya penuh tekanan dan situasi juga kondisi yang terus memaksa agar Wahid mengabulkan permintaan warga binaan mendirikan saung disana.

"Karena ketua DPR, saya sungkan. Dia mengatakan banyak tamu dari DPR yang datang. Ya waktu itu enggak ada tempat," ujar Wahid.

Dia mengatakan saung itu dibangun murni menggunakan uang pribadi para narapidana korupsi di lapas Sukamiskin. Hal itu, kata dia, yang membuat keberadaan saung itu menyalahi aturan. Makanya, Wahid sempat mengusulkan untuk membuat saung baru untuk kepentingan umum.

"Saya waktu itu buat usulan bikin yang layak ke Kanwil (Kemenkum HAM). Rencananya saya mau membongkar asal ada penggantinya, karena tidak ada tempat yang layak," ucap dia.






Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

14 hari lalu

Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

Rekam jejak DPR, sudah beberapa anggota DPR yang dilaporkan kepada MKD. Setelah Setya Novanto dan Harvey Malaiholo, ada Puan dan Effendi Simbolon.


Jero Wacik Jalani Cuti Menjelang Bebas

20 hari lalu

Jero Wacik Jalani Cuti Menjelang Bebas

Jero Wacik menjalani cuti menjelang bebas mulai hari ini setelah mendapatkan potongan hukuman 6 bulan pada Agustus lalu.


Tubagus Chaeri Wardana juga Bebas dari Penjara Seperti Kakaknya Ratu Atut Chosiyah

21 hari lalu

Tubagus Chaeri Wardana juga Bebas dari Penjara Seperti Kakaknya Ratu Atut Chosiyah

Tubagus Chaeri Wardana juga menjalani pembebasan bersyarat seperti kakaknya ratu Atut Chosiyah. Tubagus adalah suami Airin Rachmi Diany.


Zumi Zola, Patrialis Akbar, dan Suryadharma Ali Bebas Bersyarat

22 hari lalu

Zumi Zola, Patrialis Akbar, dan Suryadharma Ali Bebas Bersyarat

Zumi Zola, Patrialis dan Suryadharma Ali mendekam di penjara khusus koruptor dengan vonis yang beragam.


Eks Wali Kota Bandung Dada Rosada Bebas dari Lapas Sukamiskin

33 hari lalu

Eks Wali Kota Bandung Dada Rosada Bebas dari Lapas Sukamiskin

Kepala Lapas Sukamiskin Bandung Elly Yuzar mengatakan Dada Rosada bebas melalui program cuti menjelang bebas.


Eks Wali Kota Cimahi Ajay Priatna Baru Bebas dari Lapas, Kembali Ditangkap KPK

41 hari lalu

Eks Wali Kota Cimahi Ajay Priatna Baru Bebas dari Lapas, Kembali Ditangkap KPK

KPK kembali menangkap mantan Wali Kota Cimahi, Jawa Barat, Ajay Priatna pada Rabu 17 Agustus 2022 yang baru saja bebas dari Lapas Sukamiskin


Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

48 hari lalu

Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

Tak semua orang yang mengajukan sebagai Justice Collaborator diterima. Berikut beberapa orang yang pernah ditolak permohonannya.


Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin Bebas, Kalapas Sukamiskin: Status Bebas Bersyarat

57 hari lalu

Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin Bebas, Kalapas Sukamiskin: Status Bebas Bersyarat

Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin hari ini menjalani pembebasan bersyarat dari Lapas Sukamiskin, Bandung. Dia tetap harus wajib lapor ke Bapas Bogor.


KPK Periksa Rachmat Yasin di Lapas Sukamiskin Dalam Kasus korupsi Ade Yasin

23 Juni 2022

KPK Periksa Rachmat Yasin di Lapas Sukamiskin Dalam Kasus korupsi Ade Yasin

Tim penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin yang merupakan kaka kandung Bupati non aktif Ade Yasin. Rachmat yang saat ini masih ditahan di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Sukamiskin, Bandung itu akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap pengurusan laporan keuangan yang menjerat adiknya.


Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

Satgas BLBI menyatakan aset milik Bank Aspac yang disita mencapai Rp 2 triliun.