Sebagian Daerah di Sulawesi Selatan Dilanda Banjir

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Ilustrasi banjir. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Makassar - Sebagian kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dilanda banjir akibat curah hujan tinggi. Banjir melanda Kabupaten Gowa, Jeneponto, Maros, Pangkep, Baru, dan Kota Makassar. Jalan Trans Sulawesi di Maros lumpuh akibat terendam air hingga pinggang orang dewasa. Ribuan orang mengungsi.

    Baca juga: Anies Instruksikan Drainase Vertikal Buat Cegah Banjir, Caranya?

    Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyebutkan ada sembilan kecamatan yang terkena dampak banjir. Pemerintah setempat telah menyiapkan lokasi pengungsian bagi warga terdampak. “Sampai sekarang kami terus melakukan evakuasi kepada warga,” ucap Adnan, Rabu, 23 Januari 2019.

    Dalam proses evakuasi, pemerintah setempat bekerja sama dengan kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dan TNI. Tim gabungan ini bergerak mengevakuasi warga yang rumahnya terendam banjir.

    “Kami telah imbau masyarakat juga agar mengungsi sampai kondisi dinyatakan betul-betul aman,” tutur Adnan. Apalagi dikabarkan ada enam orang meninggal di Gowa akibat banjir dan tanah longsor.

    Baca juga: Hujan Cuaca Ekstrem, Posko Bencana Jakarta Timur Siaga 24 Jam

    Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan akan meninjau lokasi banjir, seperti di Kabupaten Barru, Pangkep, Maros, Jeneponto, dan Gowa.

    Dua daerah yang berdampak parah yakni Jeneponto dan Gowa. “Kita harus ke Gowa dulu untuk temui warga,” ucap Nurdin.

    Selain itu, Nurdin juga berkoordinasi dengan Balai Pompengan untuk menjaga pintu bendungan yang airnya meluap Selasa kemarin. “Alhamdulillah air itu terus turun, mulai tadi malam kami pantau dari jam ke jam," katanya.

    Sementara, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Teuku Iskandar mengungkapkan, hingga kini elevasi air di Bili-bili terus menurun, namun belum dalam kondisi normal. Elevasinya sudah turun menjadi +100.49.

    Tingginya curah hujan sejak Senin lalu membuat pintu air di Bendungan Bili-bili dibuka, sehingga megakibatkan kawasan yang terendah diterjang aliran Sungai Jene’berang.

    Secara terpisah, juru bicara Badan SAR Nasional Makassar, Hamsidar menambahkan satu orang ditemukan meninggal karena terseret arus air di Kabupaten Pangkep, Rabu pagi, 23 Januari 2019. Korban ditemukan sekitar 150 meter dari lokasi terjatuhnya. “Dia (Ahmad) sempat hilang di sekitar tambak karena terbawa arus air,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.