Bikin Band Teman Penjara, Ahok Jadi Vokalis

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Dok.TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Dok.TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mendirikan sebuah band atau grup musik selama menjalani hukuman penjara di Rumah Tahanan Mako Brimob, Depok. "Dia bikin band kan. Band Teman Penjara, BTP," kata Djarot Saiful Hidayat, sahabat Ahok, saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019.

    Baca: Menkumham Pastikan Ahok Bebas 24 Januari Saat Jam Kerja

    Djarot mengatakan Band Teman Penjara beranggotakan lima personel dengan Ahok sebagai vokalis. Personel band yang lain adalah napi dan polisi. "Gitarisnya top lho. Ada dua gitaris dan ada drumernya," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

    Djarot menuturkan, bermusik menjadi salah satu kegiatan Ahok selama berada di penjara. Ia pun mengetahui keberadaan band itu karena pernah diajak latihan bersama mereka.

    Menurut Djarot, kualitas suara Ahok tidak sebagus penyanyi. Namun, mantan wakil Ahok ini menilai hal itulah yang menjadi daya tarik band tersebut. "Vokalnya memang masih hancur, tapi minimal tahu nada. Enggak fals banget," ujarnya.

    Baca: Ahok Bebas dari Mako Brimob, LP Cipinang Urus Administrasinya

    Bersama bandnya, kata Djarot, Ahok menyanyikan berbagai macam lagu, antara lain, lagu-lagu The Beatles, Rolling Stone, lwan Fals, lagu berbahasa Jawa hingga Mandarin.

    Selain bermusik, Ahok juga banyak menghabiskan waktu untuk belajar, berdoa, menulis, surat, membaca, dan berolahraga. Menurut Djarot, Ahok lebih banyak melakukan kegiatan positif untuk menguatkan dirinya. "Ahok ini betul-betul saya lihat hebat ya. Teruji. Enggak cengeng gitu lho. Kan ada yang cengeng minta belas kasih. Dia tidak," kata Djarot.

    Ahok menjalani hukuman dua tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas kasus penodaan agama. Rencananya, Ahok akan bebas pada 24 Januari 2019 setelah mendapat remisi Natal 2018 dan remisi umum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.