Luhut Sebut Berita Dirinya Siap Cium Kaki Prabowo Hoax

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan seusai memberikan keterangan di kantor Badan Pengawas Pemilu, Jakarta, Jumat, 2 November 2018. Luhut memberikan keterangan terkait pose satu jari dalam penutupan forum IMF di Bali beberapa waktu lalu. TEMPO/Syafiul Hadi

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan seusai memberikan keterangan di kantor Badan Pengawas Pemilu, Jakarta, Jumat, 2 November 2018. Luhut memberikan keterangan terkait pose satu jari dalam penutupan forum IMF di Bali beberapa waktu lalu. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan membatah bahwa dirinya pernah mengeluarkan pernyataan bakal mencium kaki Prabowo Subianto jika bisa menjadi presiden. Dia mengatakan berita tersebut adalah hoax atau hoaks (kabar bohong).

    Baca: Prabowo Sebut BUMN Mulai Bangkrut, Luhut: Dibesar - besarkan

    "Saya menyatakan bahwa saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu, baik secara lisan maupun tulisan," kata Luhut seperti dalam rilis klarifikasinya yang diunggah melalui akun Facebook miliknya pada Senin, 21 Januari 2019.

    Sebelumnya, kabar bohong tersebut muncul melalui sebuah berita yang berjudul 'Luhut: Saya Siap Cium Kaki Prabowo Jika Dia Bisa Jadi Presiden!!'. Berita itu ada di dalam sebuah situs berita dengan domain blogspot dengan nama https://operain.blogspot.com/.

    Dalam keterangan tersebut Luhut mengatakan bahwa dirinya menunggu permintaan maaf resmi dari media yang memuat adanya kabar bohong tersebut. Jika permohonan tidak segera diberikan Luhut mengancam membawa persoalan ini ke ranah hukum.

    "Apabila permohonan maaf tidak disampaikan dalam waktu yang sangat segera, kami akan bawa ke ranah hukum," kata Luhut.

    Baca: Pesan Luhut ke Prabowo: Kampanye Boleh asal Jangan Menyesatkan

    Luhut menuturkan hal ini disampaikan untuk mengingatkan semua pihak agar melaksanakan demokrasi dengan damai tanpa menggunakan berita bohong atau menyebarkan kabar hoaks. Selain itu, Luhut juga mengajak supaya masyarakat bisa memilih dengan cerdas lewat membaca rekam jejak pasangan calon presiden.

    "Saya sekaligus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk dapat memilih dengan cerdas dan dewasa, dengan mengedepankan program kerja dan rekam jejak kedua paslon berdasarkan data yang benar," tutur Luhut yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.