Satgas Tinombala Sebar Foto Keluarga Pancing Kelompok Ali Kalora

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 10-nas-operasiTinombala

    10-nas-operasiTinombala

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Tinombala Polri menggunakan foto keluarga para anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora sebagai poster untuk memancing mereka menyerahkan diri.

    "Iya saat ini kan Satgas Tinombala sedang melakukan upaya preventif sampai tanggal 29 Januari mendatang. Poster itu jadi salah satu wadah kami dalam melaksanakan upaya preventif tersebut," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 21 Januari 2019.

     
     

    Poster foto anggota keluarga kelompok Ali kalora itu disebar oleh Satgas Tinombala melalui darat dan udara. Tak hanya foto keluarga, polisi juga menyebar foto diri anggota kelompok MIT itu sendiri. "Jadi nanti begitu mereka (anggota kelompok MIT) pulang, bisa langsung kami tangkap," ucap Dedi.

    Selain itu, rumah-rumah para anggota kelompok Ali Kalora cs itu juga dijaga oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas). Meski begitu, kata Dedi, anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas, tidak akan berjaga selama 24 jam.

    "Hanya monitoring sifatnya," ucap Dedi. Ia menuturkan, penggunaan foto keluarga para anggota kelompok Ali Kalora cs itu sudah dipertimbangkan terlebih dulu. Dedi mengklaim, pihak keluarga justru tidak terkucilkan karena warga setempat sudah paham dengan situasi yang terjadi.

    Hingga kini, Satgas Tinombala masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok MIT tersebut. Pengejaran dilakukan setelah terjadi penembakan terhadap dua polisi yang tengah membawa jenazah korban mutilasi di Dusun Salubose, Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, 31 Desember 2018. Jenasah korban mutilasi atas nama RB alias A (34), seorang warga sipil

    Alhasil, dua petugas yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso, mengalami luka-luka.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.