Wali Kota Cirebon, Kader Demokrat, Dukung Jokowi - Ma'ruf Amin

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Maruf Amin tiba untuk mengikuti pengundian dan penetapan nomor urut pada Pemilihan Presiden 2019 di kantor KPU, Jakarta, Jumat 21 September 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Maruf Amin tiba untuk mengikuti pengundian dan penetapan nomor urut pada Pemilihan Presiden 2019 di kantor KPU, Jakarta, Jumat 21 September 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Cirebon-  Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Kota Cirebon yang juga Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, menyatakan dukungannya kepada calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin. Ia berjanji akan menyumbang 70 persen suara untuk Jokowi - Ma'ruf Amin.

    Baca: Ma'ruf Amin: Presiden Jokowi Ingin Merawat Abu Bakar Baasyir 

    Deklarasi dukungan Nashrudin Azis kepada calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 dilakukan di Hotel Verse, Cirebon, Sabtu, 19 Januari 2018. Ceritanya, Tim Kampanye Daerah Jokowi - Ma'ruf sedang menggelar konsolidasi di hotel tersebut.

    “Saya datang di hari libur, saya hadir juga tidak menggunakan fasilitas negara sedikit pun,” kata Nasrudin sebelum menyatakan dukungan. Nasrufin berjanji Jokowi akan mengantongi 70 persen suara di Cirebon. Hadir dalam acara itu Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Saan Mustopa.

    Nasrudin mengatakan alasannya mendukung Jokowi karena pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah sudah berada di rel yang benar. “Presiden sangat membantu meningkatkan perekonomian,” kata NasrudinAzis.

    Selain itu, Nasrudin juga beranggapan jika membangun Indonesia tidak bisa dilakukan dengan singkat. Karena itu, pemerintahan di bawah kepemimpinan Jokowi harus diberikan kesempatan kedua.

    Selain itu, Ia juga menekankan jika pilihannya untuk mendukung calon presiden nomor urut 01 tersebut bukan karena latah, tekanan, maupun diiming-imingi sesuatu. “Ini murni sikap Nasrudin Azis sebagai warga negara,” kata dia.

    Narsudin pun meyakini jika setiap keputusan yang diambil akan ada konsekuensi yang harus ditanggung, termasuk terhadap Partai Demokrat. Namun Azis tetap yakin jika rekan-rekannya di partai bisa memahami terhadap pilihan pribadi yang sudah diambilnya.

    “Saya yakin Partai Demokrat yang sudah dilatih oleh ketua umumnya, SBY, memiliki kader yang berjiwa besar. Kader yang bisa menerima demokrasi,” kata Azis.  

    Herman Khaeron, fungsionaris DPP Partai Demokrat yang juga bendahara tim kemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuding sikap Nasrudin tidak beretika. “Tapi untuk sanksi, itu urusan DPP,” kata Herman.

    Simak juga: Ma'ruf Amin: Jika Jokowi Kalah akan Memalukan Orang Sunda

    Saat ini, lanjut Herman, dirinya masih ditugaskan oleh Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, untuk menelusuri dan mencari tahu alasan Nasrudin Azis mendukung pasangan Jokowi - Ma’ruf Amin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.