Ketika Jokowi Napak Tilas Jejak Charlie Chaplin di Garut

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau Program Mekaar binaan PNM di Kampung Pasar Kolot, Garut, Jawa Barat, Jumat 18 Januari 2019. Presiden meminta nasabah penerima program Mekaar bekerja keras dan meningkatkan usahanya sehingga bisa membantu perekonomian keluarga. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau Program Mekaar binaan PNM di Kampung Pasar Kolot, Garut, Jawa Barat, Jumat 18 Januari 2019. Presiden meminta nasabah penerima program Mekaar bekerja keras dan meningkatkan usahanya sehingga bisa membantu perekonomian keluarga. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Kunjungan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, seolah napak tilas perjalanan Charlie Chaplin. Pada 1926, Chaplin memang mengunjungi Garut dan jalan-jalan menggunakan kereta api.

    Baca: Jokowi Minta Ibu-ibu Penerima Kredit Mekaar Tak Gampang Menyerah

    Perjalanan dimulai dari Stasiun Bandung dan turun di Cibatu. “Charlie Chaplin ke sini (Garut) dua kali, loh,” kata Presiden Jokowi sapaan Joko Widodo, di Cibatu Garut, Jumat, 18 Januari 2019.

    Tujuan aktor film bisu asal Inggris ini ke Garut untuk menikmati keindahan alam. Begitu pula saat perjalanan dari Bandung menuju Garut, disuguhkan nuansa alam pedesaan. Tak heran bila Chaplin kembali berlibur ke Garut.

    Namun, sebagian jalur kereta yang pernah dilalui Chaplin lama tidak digunakan. Akibatnya, banyak berdiri pemukiman baru di perlintasan kereta. Kini pemerintah berencana mengaktifkan kembali jalur kereta tersebut. “Saya targetkan dua tahun, tapi mundur-mundur dikit lah,” ujar Jokowi.

    Jalur kereta yang akan diaktifkan ini dulunya menuju ke kawasan wisata, salah satunya yakni Cibatu, Garut. Jalur kereta lainnya yakni, Banjar-Pangandaran, Rancaekek-Tanjungsari dan Bandung-Ciwidey. “Diharapkan menumbuhkan titik-titik perekonomian baru terutama di kawasan kawasan wisata,” ujar Jokowi.

    Pada tahun ini pemerintah menargetkan adanya jalur kereta yang rampung. Dua jalur yang diprioritaskan pembangunannya yakni jalur Cibatu-Garut dan Cianjur-Bandung. Jalur Cibatu-Garut dimanfaatkan untuk pariwisata. Sedangkan Cianjur-Bandung akan mempermudah akses warga dari Bogor, Sukabumi, Cianjur jika ingin berpergian ke Yogyakarta.

    Saat ini pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, tengah membersihkan bangunan yang berdiri di jalur kereta. Tak hanya itu pemerintah juga telah memberikan uang ganti rugi bagi rumah warga yang dibongkar. “Sebenarnya harus jujur itu tanah negara. Ada semacam bukan ganti rugi, untuk mereka pindahkan rumahnya,” ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Garut.

    Menteri BUMN, Rini Soemarno, menyambut baik pengaktifan kembali jalur kereta. Menurut dia, setidaknya ada 200 kilometer jalur yang akan diaktifkan di Jawa Barat. “Kita akan berinvestasi di kereta ini,” ujarnya.

    Simak: Jokowi Singgung Caleg Mantan Napi Korupsi, M Taufik: Kurang Bahan

    Menurut dia, investasi ini dalam bentuk perizinan dan kereta serta pelayanan kereta. Sementara untuk rel kereta merupakan aset Kementerian Perhubungan. “Kami sudah berbicara ke Pak Menteri Perhubungan soal bagaimana hitungan sewanya karena kami sudah investasi dari awal,” kata Rini saat mendampingi Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.