3 Pasukan Elite TNI Disiapkan Perang Kota Atasi Terorisme

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi KSAD Jenderal TNI Mulyono (kiri) dan Danjen  Kopassus Mayjen TNI Madsuni meneriakkan yel-yel seusai penyematan Brevet Komando Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung Jakarta, 18 Desember 2017. Panglima TNI resmi menjadi warga kehormatan Korps Baret Merah. ANTARA FOTO

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi KSAD Jenderal TNI Mulyono (kiri) dan Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni meneriakkan yel-yel seusai penyematan Brevet Komando Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung Jakarta, 18 Desember 2017. Panglima TNI resmi menjadi warga kehormatan Korps Baret Merah. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan pasukan elite TNI telah memiliki kemampuan perang kota untuk mengatasi terorisme."Mereka (pasukan elite) sudah memiliki kemampuan perang kota. Saya minta kembangkan konsep perang kota yang selama ini mereka latihkan," kata Panglima TNI saat jumpa pers usai Rapim Kemhan Tahun 2019, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu, 16 Januari 2019.

    Baca juga: TNI Usulkan Anggaran Rp 1,5 Triliun Bentuk Koopssus Antiterorisme

    Pasukan elite yang dimaksud Hadi Tjahjanto adalah Kopassus, Marinir, dan Kostrad. "Dalam melaksanakan perang kota yang dihadapi ada masyarakat dan terorisme itu sendiri, sehingga saya sampaikan agar mengembangkan konsep perang kota. Taktik perang kota yang jelas karakteristik dan berbeda perlengkapannya. Yang jelas kita harus gunakan teknologi nano," kata Panglima TNI.

    Sehingga, lanjut Marsekal Hadi Tjahjanto, teknologi ini bisa diperlukan pada saat perang kota dan non-"little weapon" ini juga harus dikembangkan.

    "Apakah dengan menggunakan konsep membuat frekuensi suara tinggi, kemudian peralatan-peralatan yang menggunakan 'infrared', 'thermal' dan koordinat itu juga kita kembangkan," tuturnya.

    Oleh karena itu, Panglima TNI meminta agar pasukan TNI mempersiapkan diri untuk latihan perang kota.

    Baca juga: Kasus Ethiopian Airlines, Panglima TNI Peringatkan Negara Lain

    "Apa saja peralatannya yang kurang segera diajukan, kemudian segera dilaksanakan kegiatan secara bertahap mengarah kepada profesionalisme prajurit," tegas Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

    Dalam Rapim Kemhan, Panglima TNI memaparkan soal program kerja Mabes TNI tahun 2018 disusun dengan diprioritaskan modernisasi alutsista dan penggunaan kekuatan integratif.

    Sedangkan Mabes Angkatan memiliki program prioritas yaitu modernisasi alutsista, peningkatan profesionalisme prajurit dan dukungan kesiapan matra darat, laut, dan udara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.