Ridwan Kamil Dikukuhkan Menjadi Anggota Kehormatan LVRI

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengukuhan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dilakukan oleh Ketua LVRI Jabar dengan disaksikan LVRI pusat di Aula Barat Gedung Sate Bandung, saat acara resepsi HUT ke-62 LVRI tingkat Jabar, Selasa, 15 Januari 2019.

    Pengukuhan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dilakukan oleh Ketua LVRI Jabar dengan disaksikan LVRI pusat di Aula Barat Gedung Sate Bandung, saat acara resepsi HUT ke-62 LVRI tingkat Jabar, Selasa, 15 Januari 2019.

    INFO JABAR - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dikukuhkan menjadi anggota kehormatan Legiun Veteran Indonesia (LVRI) Jawa Barat. Pengukuhan dilakukan Ketua LVRI Jawa Barat dengan disaksikan LVRI pusat di aula barat Gedung Sate, Bandung. Acara pengukuhan bertepatan dengan acara resepsi HUT ke-62 tahun LVRI tingkat Jawa Barat, Selasa, 15 Januari 2019.

    Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan perjuangan mempertahankan negara oleh para veteran harus terus diingat dan diapresiasi masyarakat Indonesia saat ini. "Dulu, bapak-bapak mengurusi kami, sekarang negara yang akan mengurusi bapak-bapak," katanya.

    Sebagai bentuk penghargaan kepada para veteran, Ridwan akan menawarkan sejumlah program untuk ikut terlibat. Pertama, Pemerintah Provinsi Jawa Barat kan membuat program Lansia Masuk Sekolah. Para veteran akan menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah.

    "Bagi veteran yang masih semangat, saya tawarkan dua aktivitas. Pertama, kita ada program Lansia Masuk Sekolah, yaitu menjadi pembina upacara kepada anak-anak milenial yang sering kali bingung dengan segala informasi sejarah yang selalu bias. Bapak-bapak nanti bisa pidato di upacara bendera anak sekolah," katanya.

    Ridwan menjelaskan, ia ingin membangun desa sebagai jawaban dari cita-cita Pembukaan UUD 1945 bahwa keadilan adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, warga di perdesaan juga harus maju dan sejahtera seperti di kota. Salah satunya melalui program Satu Desa Satu Perusahaan.

    Untuk itu, Ridwan berharap para veteran ikut serta menjadi pengawas pembangunan desa dalam program tersebut. "Kami ada program Satu Desa Satu Perusahaan sehingga warga desa tidak usah hijrah ke kota, cukup bekerja di perusahaan yang kami dirikan. Dalam konteks itu, nanti mkalau mau veteran menjadi pengawas pembangunan desa," ujarnya.

    Nantinya, para veteran ini mengawasi dana desa untuk menjaga agar jangan sampai hasil perjuangannya dulu digunakan tidak semestinya. “Mungkin ada peran baru di era pembangunan ini. Para veteran bersedia menjadi pengawas hasil perjuangan, keringat, darah, dan air mata. Nanti teknisnya kami bicarakan dengan pengurus di level Jabar," tuturnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.