Sekjen PSSI Ratu Tisha Diperiksa Kasus Pengaturan Skor Hari Ini

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratu Tisha Destria, Sekjen (Sekretaris Jendral) Federasi Sepakbola Indonesia PSSI saat ditemui dikantor PSSI dikawasan Kuningan, Jakarta Selatan, 20 Juli 2017. TEMPO/Nurdiansah

    Ratu Tisha Destria, Sekjen (Sekretaris Jendral) Federasi Sepakbola Indonesia PSSI saat ditemui dikantor PSSI dikawasan Kuningan, Jakarta Selatan, 20 Juli 2017. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Dedi Prasetyo menyampaikan hari ini, Rabu 16 Januari 2019, Polda Metro Jaya akan memanggil Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha, dalam rangka pemeriksaan kasus pengaturan skor laga Persibara melawan PS Pasuruan.

    Baca juga: Harapan Menpora untuk Satgas Antimafia Bola

    Mulai Kamis, Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono, Papat Yunisial Exco PSSI, dan Irfan sebagai wakil Bendahara Umum PSSI, juga akan diperiksa.

    “Hari ini akan dilakukan pemeriksaan Ratu Tisha di Polda Metro Jaya,” ujar Dedi hari ini di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Sebanyak 10 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengaturan skor pertandingan Persibara vs PS Pasuruan. Melalui hasil penyidikan enam tersangka sebelumnya, ditemukan empat tersangka baru. Keempat tersangka, JH cadangan wasit pertandingan, BS pengawas pertandingan, P Asisten wasit 1, dan MR asisten wasit 2.

    Sebelumnya yang menjadi tersangka adalah P sebagai eks komisi wasit, AYA, JL, anggota Komdis PSSI Mbah Putih, NS sebagai wasit pertandingan, dan ML sebagai anggota direktorat perwasitan yang mengatur seluruh wasit.

    “Jadi sudah ada 10 tersangka. Nanti apabila pemeriksaan sudah selesai akan dilakukan upaya paksa,” ujar Dedi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta.

    Adapun peran masing-masing adalah, JE dan Mbah Putih yang mengarahkan perangkat pertandingan untuk menguntungkan Persibara di Liga 3. NS selaku wasit pertandingan. Lalu P dan AYA bertugas membujuk mantan manajer Persibara Lasmi Indaryani untuk melakukan pengaturan skor. Terakhir ML sebagai anggota direktorat perwasitan yang mengatur penugasan wasit.

    Baca juga: Soal Vigit Waluyo, Ini Kata Satgas Antimafia Sepak Bola

    Dedi mengatakan sejauh ini sejak satgas antimafia dibentuk, sudah ada 338 laporan yang masuk dari masyarakat. Dari jumlah itu sebanyak 73 laporan bisa ditindaklanjuti, dan diklasterkan terkait masalah pengurusan, wasit, pertandingan aneh, pemain aneh, dan ancaman.

    Adapun saat ini baru 4 laporan yang sudah ada tersangka dan ditahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.