Minggu, 25 Februari 2018

Para Korban Orde Baru Masih Simpan Data Kejahatan Soeharto

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 30 Januari 2008 09:21 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Para korban yang merasa dirugikan atas kebijakan mendiang mantan Presiden Soeharto saat ini masih menyimpan daftar data-data kejahatan yang diduga dilakukan mantan penguasa itu. Para korban ini tergabung dalam Lembaga Perjuangan Rehabilitasi Korban Rezim Orde Baru (LPR-KROB) "Data kejahatan kemanusiaan Soeharto sangat banyak. Kami masih menyimpan itu dan kalau ada yang kurang lengkap sangat mudah mencarinya," kata Ketua Lembaga Perjuangan Rehabilitasi Korban Rezim Orde Baru (LPR-KROB) Semaun Utomo kepada Tempo di Semarang, Rabu (30/1).Semaun belum bisa menjelaskan secara detail data-data kejahatan Soeharto itu. Dia hanya mengungkakan sekelumit cerita tentang kejahatan Soeharto, seperti adanya pemenjaraan sebanyak 3 juta orang tanpa pengadilan yang jelas, pembunuhan korban di Aceh, dan masih banyak lagi."Ini rentetan sejarah yang tidak bisa dilupakan karena merupakan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan penguasa, maka pengadilan seharusnya wajib mengadili Soeharto," katanya.Semaun menyatakan siap memberikan data-data kejahatan yang dilakukan Seoharto itu kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Data-data tersebut, kata dia, sangat kuat jika digunakan untuk proses pengadilan dalam rangka mengusut perkara Soeharto. Namun, Semaun tampaknya masih ragu atas kredibilitas pengadilan yang sebenarnya wajib untuk mengadili Soeharto. "Pengadilan masih dipenuhi orang-orang berwatak orde baru," katanya.Semaun mengatakan, meski Seoharto sudah meninggal tapi proses pengadilan terhadapnya tetap harus dilanjutkan. Proses pengadilan bisa dilakukan dengan cara pengadilan in absentia, atau tanpa kehadiran terdakwa. "Bagaimana pun Seoharto harus tetap diadili," katanya.l Rofiuddin

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.