Fahri Hamzah Puji Prabowo Orang yang Akomodatif

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (kanan) menjawab pertanyaan media sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, 17 Juli 2018. Fahri mengatakan penyidik telah menaikkan status laporannya terhadap Sohibul Iman ke tahap penyidikan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (kanan) menjawab pertanyaan media sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, 17 Juli 2018. Fahri mengatakan penyidik telah menaikkan status laporannya terhadap Sohibul Iman ke tahap penyidikan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan pidato kebangsaan calon presiden Prabowo Subianto menunjukkan Calon Presiden nomor urut 02 ini toleran dan akomodatif terhadap persoalan masyarakat.

    Baca: Kubu Jokowi Sebut Pidato Kebangsaan Prabowo Miskin Gagasan Segar

    "Ada yang ingin menggambarkan Prabowo itu emosional, suka marah, temperamental, mengancam orang, mengancam transisi demokrasi, dan mengacaukan apa yang sudah ada," kata Fahri di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019. "Tapi pidato tadi malam membantah semuanya."

    Menurut Fahri, pidato tersebut telah menjawab keraguan oranng-orang yang ingin menggemabarkan Prabowo dengan citra buruk. Fahri mengatakan Prabowo merupakan negarawan yang akan mengakomodir semua orang, siap dikritik, selalu mendengar, dan tak pandang SARA.

    "Beliau akan menjadikan anak-anak bangsa terbaik tak peduli apapun agama, suku dan sebagainya sebagai bagian dari timnya. Bahkan dia mengatakan akan meneruskan kerja-kerja yang sudah dilakukan oleh pemimpin bangsa kita, termasuk Pak Jokowi," ujar Fahri.

    Semalam, Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan bertema "Indonesia Menang" di hadapan pendukungnya di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senin 14 Januari 2019. Dalam pidatonya itu, beberapa ucapan Prabowo justru mendapat sorakan bernada kekecewaan dari para pendukungnya sendiri.

    Misalnya, saat Prabowo berjanji akan menyusun kabinetnya tanpa melihat asal partai politik. "Saya yakin dalam barisan PDIP banyak patriot hebat, di Golkar banyak patriot baik, di dalam partai lain juga banyak orang baik, kami akan ajak bekerja untuk rakyat," ucapnya.

    Saat menyinggung soal partai-partai yang berseberangan dengannya itulah sontak ribuan pendukung yang hadir menyorakinya. "Huu...."

    Prabowo yang mendengar mencoba menenangkan pendukungnya. "Saya minta pendukung kami jangan hina, hardik, ejek orang lain," ujarnya.

    Sorakan dari para pendukung Prabowo juga bergema kala ia berjanji jika terpilih sebagai presiden akan melanjutkan pekerjaan para presiden terdahulu. Saat bagian menyebut nama Megawati dan Jokowi itulah sorakan dari para pendukung terdengar.

    "Huu...," sorak pendukung Prabowo.

    Prabowo kembali menjawab sorakan itu, "Saya minta kearifan dan kebesaran hati saudara sekalian. Jangan kita terbawa emosi, kita harus akui pak Jokowi dan pemerintah banyak hasil untuk kita."

    Menurut Fahri Hamzah, Prabowo telah menyampaikan pidato yang bersifat rekonsiliatif malam tadi. Ia berujar pidato yang demikian akan mengecewakan pihak-pihak tertentu yang memang sedari awal mengharapkan Prabowo tampil garang nan menyeramkan.

    Simak juga: Pengamat Bilang Pidato Prabowo Masih Mengawang-Awang

    "Justru Prabowo tampil sebaliknya, rekonsiliatif, dan sepertinya dia mau mengatakan kepada elite-elite Indonesia, ayolah bersama-sama, enggak ada yang perlu ditakutkan," kata Fahri Hamzah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.