Soal Tim Gabungan, Polri Tak Tanggapi Keraguan Novel Baswedan

Reporter

Kapolri Jenderal Tito Karnavian. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Polri enggan menanggapi pernyataan Novel Baswedan yang meragukan keberhasilan tim gabungan dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.

"Saya tidak akan mengomentari itu. Yang penting kami mampu, kami akan terus melakukan proses kasus ini sampai terungkap," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, pada Senin, 14 Januari 2019.

Berita terkait: Novel Baswedan: Tim Gabungan Tak Menjawab Keraguan Saya

 

Sebelumnya, Novel Baswedan telah mengungkapkan keraguannya terhadap tim yang baru dibentuk pada 8 Januari 2019 lalu. Ia menyatakan, pembentukan tim gabungan untuk menangani penyiraman air keras terhadap dirinya itu sebagai sesuatu yang tidak peka. “Tidak menjawab keraguan publik, termasuk keraguan saya," kata Novel saat dihubungi Tempo, pada Senin, 14 Januari 2019.

Novel bahkan mengaku bingung setelah melihat daftar nama ke65 orang dalam tim gabungan itu. “Mestinya jika Kapolri membentuk tim gabungan sendiri harus melibatkan tokoh sipil yang independen.”

Pembentukan tim gabungan baru ini tercantum dalam surat tugas yang ditandatangani Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada 8 Januari. Dalam lampiran surat itu, nama Tito tertera sebagai penanggung jawab tim. Ketua timnya adalah Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis dengan 46 personel Polri sebagai anggota tim.

Dari ahli ada beberapa nama seperti mantan wakil pimpinan KPK dan guru besar pidana Universitas Indonesia, Indriyanto Seno Adji; Peneliti LIPI Hermawan Sulistyo; Ketua Ikatan Sarjana Hukum Indonesia, Amzulian Rifai; Ketua Setara Institut Hendardi; Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti; mantan Komioner Komnas HAM, Nur Kholis; dan Ifdhal Kasim. Serta enam nama dari KPK.

Tim diberi waktu kerja enam bulan untuk mengungkap kasus penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan yang terjadi pada 11 April 2017 lalu.

ANDITA RAHMA






Azyumardi Azra Habis-habisan Dukung Pegawai KPK yang Dianggap Tak Lolos TWK: Berakhir Sendu

6 hari lalu

Azyumardi Azra Habis-habisan Dukung Pegawai KPK yang Dianggap Tak Lolos TWK: Berakhir Sendu

Azyumardi Azra menilai TWK yang dilakukan KPK penuh masalah. Ia dan 73 guru besar menilai pelaksanaan tes tersebut melanggar hukum dan etika publik.


Master Security IT: Kenali Bahaya 4 Serangan Siber, Phishing hingga Ransomwar

13 hari lalu

Master Security IT: Kenali Bahaya 4 Serangan Siber, Phishing hingga Ransomwar

Kebocoran data pribadi belakangan ini menyadarkan publik bahwa modus serangan siber memiliki ragam bentuk, seperti phishing, skimming, carding, ataupun ransomware.


Satgassus Pencegahan Korupsi Polri, Ini Tugas Novel Baswedan dan 43 Eks Pegawai KPK Korban TWK

14 hari lalu

Satgassus Pencegahan Korupsi Polri, Ini Tugas Novel Baswedan dan 43 Eks Pegawai KPK Korban TWK

Polri mengembangkan Satgassus Pencegahan Korupsi. Apa saja tuganya? Novel Baswedan dan 43 eks pegawai KPK korban TWK ada di sana.


Kata Novel Baswedan tentang Suap dan Gratifikasi, Lapor Hanya ke KPK?

34 hari lalu

Kata Novel Baswedan tentang Suap dan Gratifikasi, Lapor Hanya ke KPK?

Novel Baswedan menjelaskan perbedaan antara gratifikasi dan suap. Berapa hari maksimal seseorang diwajibkan lapor terima gratifikasi?


Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Soroti Pupuk Bersubsidi, Novel Baswedan: 3 Potensi Pidana Korupsi

37 hari lalu

Satgassus Pencegahan Korupsi Polri Soroti Pupuk Bersubsidi, Novel Baswedan: 3 Potensi Pidana Korupsi

Satgassus Pencegahan Korupsi Polri yang diperkuat Novel Baswedan membeberkan potensi korupsi di tubuh Kementerian Pertanian.


Novel Baswedan Kritik Rompi Biru Antikorupsi KPK: Kurang Bisa Kerja

1 Juni 2022

Novel Baswedan Kritik Rompi Biru Antikorupsi KPK: Kurang Bisa Kerja

Novel Baswedan mengatakan tugas utama yang seharusnya dikerjakan oleh KPK justru tidak dilakukan dengan baik sehingga tidak membuahkan hasil.


IPW Anggap KPK Menyerah Kejar Harun Masiku

26 Mei 2022

IPW Anggap KPK Menyerah Kejar Harun Masiku

IPW menilai pernyataan KPK yang meminta masyarakat untuk ikut mengejar Harun Masiku dengan biaya pribadi sebagai kibaran bendera putih.


Dituding Tak Serius Cari Harun Masiku, KPK: Tak Bisa Kami Detailkan

25 Mei 2022

Dituding Tak Serius Cari Harun Masiku, KPK: Tak Bisa Kami Detailkan

KPK menyatakan tak bisa mendetailkan langkah mereka dalam pencarian Harun Masiku.


Novel Baswedan Yakin KPK Tak Serius Mencari Harun Masiku

24 Mei 2022

Novel Baswedan Yakin KPK Tak Serius Mencari Harun Masiku

Novel Baswedan menduga Komisi Pemberantasan Korupsi tak pernah serius mencari Harun Masiku.


Eksaminasi Putusan Kasus Novel Baswedan: Hakim Potong Fakta Lapangan

20 April 2022

Eksaminasi Putusan Kasus Novel Baswedan: Hakim Potong Fakta Lapangan

Eksaminasi putusan kasus Novel baswedan menunjukkan ada beberapa fakta di lapangan yang tidak dipertimbangkan dalam putusan hakim.