Telepon Habibie, Jokowi Minta Doa Agar Pemilu Lancar

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden ketiga RI, BJ Habibie (kedua kanan) menghadiri pertemuan dengan Presiden Jokowi di Jakarta, 13 Oktober 2015. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden ketiga RI, BJ Habibie (kedua kanan) menghadiri pertemuan dengan Presiden Jokowi di Jakarta, 13 Oktober 2015. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto melakukan video conference dengan Presiden RI ketiga, B. J. Habibie. Video conference dilakukan di salah satu ruangan di Presidential Lounge, Jakarta, pada Senin sore, 14 Januari 2019.

    Baca: Kubu Prabowo Kritik Jokowi soal Bank Tani, Begini Respons Istana

    "Selamat sore Bapak Presiden," sapa Habibie ketika Jokowi bertatap muka dengannya di layar.

    "Assalamualaikum. Prof Habibie gimana kabarnya?" kata Jokowi. Habibie pun menjawab salam Jokowi dan menyampaikan bahwa kondisinya sehat.

    Habibie kemudian menceritakan pengobatan yang dijalaninya dengan teknologi bioresonansi di Jerman. Pengobatan dengan teknologi bioresonansi merupakan pengobatan yang menggunakan pendekatan ilmu fisika gelombang atau teori kuantum. 

    "Dia tahu setiap organ memiliki resonansi. Jadi bisa deteksi mana yang oke dan tidak. Kalau tidak oke dia perbaiki dengan memberikan program lalu kembalikan seperti semula," ujar Habibie. Menurut Habibie, dengan teknologi seperti itu, maka tidak perlu pakai obat.

    Jokowi pun mendoakan agar Habibie selalu diberi kesehatan oleh Allah." Kami semua ditanah air selalu mendoakan untuk kesehatan bapak. Kalau ada hal-hal yang diperlukan kami perintahkan Mensesneg untuk layanan kesehatan untuk bapak. Kami siap untuk melayani," katanya.

    Habibie pun menyampaikan bahwa pengobatannya sudah ditanggung oleh asuransi sejak 1960. Ketika berobat, ia hanya perlu memberikan kartu. "Jd it's ok," kata Habibie.

    Simak: Jokowi Minta Edukasi Bencana Mulai Dilakukan Akhir Bulan

    Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengabarkan bahwa keadaan di Tanah Air baik-baik saja. "Ekonomi baik, politik baik, persiapan menuju pemilu baik-baik dan mohon dan dukungan kelancaran pemilu," ucap Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.