Polisi Masih Selidiki Sidik Jari Pelaku Teror Pimpinan KPK

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo yang diduga mendapatkan teror bom pipa palsu yang digantung di pagar rumahnya di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi, Rabu, 9 Januari 2019. Aktivitas Agus Rahardjo dan Laode M. Syarif masih berjalan normal seusai mengalami peristiwa teror bom di kediamannya masing-masing. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Suasana kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo yang diduga mendapatkan teror bom pipa palsu yang digantung di pagar rumahnya di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi, Rabu, 9 Januari 2019. Aktivitas Agus Rahardjo dan Laode M. Syarif masih berjalan normal seusai mengalami peristiwa teror bom di kediamannya masing-masing. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi hingga kini masih menganalisis sidik jari yang tertinggal di botol bom molotov yang dilempar ke kediaman Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi  atau KPK Laode M. Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan.

    Baca juga: Wadah Pegawai Sebut Teror Pimpinan KPK adalah Ancaman Kesembilan

    "Belum, belum ada hasilnya. Masih terus kami periksa," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Ahad, 13 Januari 2019.

    Dedi menuturkan, dari sidik jari tersebut, nantinya akan diidentifikasi siapa saja yang pernah memegang botol itu. Jika pemilik sidik jari tersebut memiliki kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP, maka akan langsung teridentifikasi.

    "Orang itu pasti langsung berhasil diidentifikasi oleh inafis," kata Dedi.

    Terkait molotov di rumah Laode, 12 saksi juga telah diperiksa. Selain itu, empat unit CCTV juga sudah diperiksa polisi. Laode sendiri, kata Dedi, sudah memberikan keterangan secara lisan pada kepolisian.

    Sampai hari ini, Polri terus melakukan upaya pendalaman kasus teror pada dua pimpinan KPK tersebut. Tim dari Polda Metro Jaya dan Detasemen Khusus 88 Antiteror beserta tim penyidik lainnya masih berupaya melakukan analisis hingga pencarian pelaku.

    Baca juga: Cerita Wakil Ketua KPK Saat Temukan Bom Molotov di Rumahnya

    Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal optimistis pihaknya akan mampu menuntaskan kasus ini. Ia pun mengimbau masyarakat agar memberikan kepercayaan pada polisi dalam mengungkap kasus ini dalam waktu cepat.

    "Masyarakat harus juga diberikan edukasi bahwa ini sebuah kriminalitas yang domainnya adalah polisi, tidak usah memframing macam-macam dulu," kata Iqbal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?