Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bengkulu

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com

    Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Petugas Kepolisian Resor Rejang Lebong, Bengkulu, masih melakukan penyelidikan pelaku pembunuhan satu keluarga yang terdiri ibu dan dua anak yang terjadi di daerah itu Sabtu, 12 Januari 2019.

    Baca juga: Pembunuhan di Apartemen Green Pramuka, Ada 19 Adegan Reka Ulang

    Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika kepada wartawan di Rejang Lebong, mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan dan mengungkap motif pembunuhan yang menimpa perempuan beranak dua tersebut.

    "Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara," kata Jeki, Ahad 13 Januari 2019.

    Selain itu, polisi juga sudah menemukan mobil milik korban yang sempat hilang, yakni mobil Suzuki jenis APV warna gold, pelat BD 1702 LO, yang terparkir di halaman belakang RSUD Curup, pada Sabtu malam sekitar pukul 22.41 WIB.

    Saat ditemukan, di dalam mobil tersebut terdapat beberapa tandan buah pisang serta jerigen warna putih, kemudian juga terdapat bekas ceceran darah di bagian samping belakang kanan.

    Sejauh ini pihaknya belum bisa menyimpulkan pelaku dan motif pembunuhan pedagang pisang dan keluarganya itu, karena masih dalam proses penyelidikan petugas, namun diperkirakan korban dihabisi oleh orang yang dikenal.

    Baca juga: Ini Kisah Tahun Baru Korban Pembunuhan di Apartemen Green Pramuka

    Kasus pembunuhan satu keluarga ini dialami Hasnatul Laili alias Lili, 35 tahun, dan dua anaknya Melan Miranda (16) dan Cika Ramadani (10), yang tinggal di RT08, Simpang Suban Air Panas, Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur.

    Ketiganya ditemukan meninggal pada Sabtu sore sekitar pukul 16.30 WIB, kasusnya diketahui setelah keluarga korban melakukan pencarian karena korban seharian tidak keluar rumah, padahal aktivitas kesehariannya adalah berdagang buah pisang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.