Alumni UI Deklarasi Dukung Jokowi, Ini Sikap Rektorat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres no urut 01, Jokowi menerima cenderamata jaket dari Ketua Gerakan Alumni UI, Fajar Soeharto pada deklarasi Alumni UI untuk Jokowi - Maaruf Amin di Plaza Tenggara, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu 12 Januari 2019. Peserta deklarasi berikan dukungan kepada Jokowi - Maaruf Amin agar bisa terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Capres no urut 01, Jokowi menerima cenderamata jaket dari Ketua Gerakan Alumni UI, Fajar Soeharto pada deklarasi Alumni UI untuk Jokowi - Maaruf Amin di Plaza Tenggara, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu 12 Januari 2019. Peserta deklarasi berikan dukungan kepada Jokowi - Maaruf Amin agar bisa terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia Bambang Wibawarta mengatakan deklarasi alumni UI untuk Jokowi - Ma'ruf Amin yang digelar di kompleks Gelora Bung Karno kemarin bukan lagi kewenangan kampus itu.

    Baca juga: Menggunakan Sepeda, Jokowi Hadiri Cara Deklarasi Alumni UI

    Bambang mengatakan acara deklarasi alumni UI itu menjadi wewenang Ikatan Alumni UI atau Iluni sebagai wadah resmi untuk alumni.

    “Bisa tanya Ketua Iluni UI karena mereka sudah bukan di UI lagi," ujar Bambang kepada Tempo, Ahad 13 Januari 2019.

    Pada Sabtu, 12 Januari 2019 Jokowi menghadiri acara Deklarasi Dukungan Alumni UI untuk Jokowi di Senayan. Acara itu dihadiri ribuan orang berkaus kuning. Dalam acara itu dibacakan deklarasi dukungan alumni UI dan perguruan tinggi lainnya untuk calon presiden Jokowi - Ma'ruf Amin.

    Sebelumnya Ketua Iluni UI Arief Budhi Hardono menghormati hak pribadi para alumni UI untuk mendukung pasangan calon presiden tertentu dalam pemilihan presiden, termasuk deklarasi dukungan alumni Universitas Indonesia (UI) untuk Jokowi – Ma’ruf Amin. Asalkan, ujar dia, tidak mengatasnamakan Lembaga Universitas Indonesia dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia serta harus sesuai Statuta UI.

    Bambang mengatakan UI telah menerbitkan surat edaran sejak Agustus 2018 mengenai sikapnya dalam Pilpres 2019. Surat edaran itu dikeluarkan oleh Kantor Hubungan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi Publik UI. “Ada edaran Humas UI sejak tahun lalu,” kata Bambang.

    Baca juga: Iluni: Deklarasi Dukungan Alumni untuk Jokowi Jangan Bawa Logo UI

    Berikut ini bunyi surat edaran tersebut:

    Nomor: 537/UN2.R2.4/HMI.04 Informatika/2018
    PENGUMUMAN

    Universitas Indonesia (UI) adalah perguruan tinggi yang bebas dari segala bentuk politik praktis. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang RI nomor 12 tahun 2012 pada penjelasan Pasal 8 ayat 1 yang menyatakan bahwa Pendidikan Tinggi terbebas dari pengaruh politik praktis.

    Statuta UI juga menekankan bahwa dalam menjalankan misi utama Tridharma Perguruan Tinggi yang berasas kebenaran ilmiah dan kebhinekaan, UI harus bebas dari pengaruh, tekanan dan kontaminasi apapun termasuk kekuatan politik.

    Sehingga, jika terdapat pihak-pihak yang menyebutkan bahwa UI mendukung partai/tokoh politik tertentu maka hal tersebut bukanlah pernyataan dan bentuk dukungan resmi UI.

    UI mengingatkan dan mengimbau segenap sivitas akademika dan warga UI termasuk para alumni UI untuk menyampaikan hak konstitusionalnya atas nama pribadi dan tidak menggunakan nama besar institusi UI.

    Sebagai individu berpendidikan, mari kita ciptakan lingkungan kampus yang bersih dari segala unsur politik dan mendukung pelaksanaan politik negeri yang bersih, jujur dan adil.

    Depok, 6 Agustus 2018
    Kantor Humas dan KIP UI

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.