Soal Kelompok Radikal, GP Ansor Dianggap Memanaskan Suasana

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ferry Mursyidan Baldan (kanan). Dok.TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Ferry Mursyidan Baldan (kanan). Dok.TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga Uno menilai pernyataan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas yang mengatakan ada kelompok radikal yang berhubungan dengan salah satu calon presiden pada pemilihan presiden 2019 hanya untuk memanaskan suasana.

    Baca: GP Ansor ke Jokowi: Ada Kelompok Radikal di Salah Satu Capres

    "Ya santai saja, kami tahu mana yang memanaskan suasana saja," ujar Direktur Relawan BPN, Ferry Mursyidan Baldan, saat ditemui di Jakarta Selatan, Sabtu 12 Januari 2019.

    Ferry meminta kontestasi pilpres diisi dengan penyampaian yang baik. Tidak mengumbar pernyataan yang berbahaya dan bisa merusak persatuan.

    Hal yang sama disampaikan oleh juru bicara BPN Irfan Yusuf Hasyim. Menurut dia, pernyataan Ketua Umum GP Anshor itu tak perlu ditanggapi. Ia menuturkan sebaiknya seluruh pendukung kedua pasangan calon berkonsentrasi saja pada program dan visi-misi pasangan yang didukung.

    "Sama juga kalau saya ngomong ada ormas kepemudaan yang disusupi paham tertentu. Dua-duanya nggak perlu ditanggapi."

    Baca: Temui Jokowi, GP Ansor Tegaskan Bukan untuk Sampaikan Dukungan

    Yaqut sebelumnya mengatakan ada kelompok radikal yang berhubungan dengan salah satu kandidat peserta pemilihan presiden 2019. Meskipun demikian, dia enggan menjelaskan lebih jauh kepada kandidat yang mana kelompok radikal ini bernaung. "Saya tak mau sebut, namun faktanya ada. Bisa dirasakan lah. Saya kira semua juga tahu," ujar Yaqut di Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Terjun Ke Platform Game Dengan Stadia

    Phil Harrison memperkenalkan platform game milik Google yang diberi nama Stadia pada acara Game Developer Conference. Seperti apakah layanan baru itu?