Dahnil Kritik Tim Gabungan Novel Baswedan Menjelang Debat Pilpres

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpampang spanduk ungkapan kekecewaan KPK kepada Presiden Jokowi terkait 16 bulan kasus penyiraman Novel Baswedan  , Jumat 21 Juli 2018 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    Terpampang spanduk ungkapan kekecewaan KPK kepada Presiden Jokowi terkait 16 bulan kasus penyiraman Novel Baswedan , Jumat 21 Juli 2018 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta -Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pihaknya berprasangka baik ihwal tujuan pembentukan tim gabungan kasus Novel Baswedan oleh Kepolisian Republik Indonesia.

    Dahnil berharap tim gabungan itu tak dibentuk sekadar untuk debat pemilihan presiden atau Debat Pilpres 17 Januari 2019 mendatang.

    Baca : Mabes Polri Bentuk Tim Gabungan Ungkap Kasus Novel Baswedan

    "Kami sih berprasangka baik saja, berprasangka baik bukan dipersiapkan untuk menjawab pertanyaan menjelang debat," kata Dahnil ketika dihubungi, Jumat, 11 Januari 2019.

    Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia menyatakan telah mengeluarkan surat tugas pembentukan tim gabungan kasus Novel Baswedan. Tim itu bakal bertugas sejak enam bulan terhitung sejak 8 Januari 2019 untuk mengusut kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi yang terjadi pada 11 April 2017.

    Kendati begitu, Dahnil menilai tim gabungan yang terbentuk itu belum memenuhi ekspektasi kelompok masyarakat sipil.

    Sebab, kelompok masyarakat sipil serta tim kuasa hukum Novel sendiri menginginkan TGPF yang independen. Namun, TGPF yang ada sekarang justru dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian.

    "Kenapa, karena sejak awal sudah ada distrust dalam penanganan kasus ini," kata Dahnil. "Lagipula di kepolisian sudah ada tim yang disebut Pak Tito dibentuk untuk serius menangani kasus ini."

    Sejumlah pihak menduga pembentukan tim gabungan kasus Novel Baswedan sebagai persiapan Presiden Joko Widodo dalam debat pertama pemilihan presiden 2019. Debat yang akan berlangsung Kamis pekan depan, 17 Januari itu membahas isu hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

    Dalam beberapa kesempatan, kubu Prabowo-Sandiaga menyatakan memiliki sejumlah kritik terhadap pemerintahan Jokowi, salah satunya menyangkut kasus Novel.

    Simak juga :
    Novel Baswedan Minta Presiden Jokowi Bentuk TGPF Ungkap Teror ke Pimpinan KPK

    Dahnil pun pernah mengatakan bahwa pembentukan TGPF akan menjadi fokus Prabowo-Sandiaga seumpama terpilih menjadi presiden dan wakil presiden.

    Dahnil mengatakan, meski sejak awal mengawal kasus Novel Baswedan, dia tak berada dalam posisi menjadikan kasus itu komoditas politik. Sebagai anggota Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Dahnil mengklaim dirinya terus mendorong agar TGPF dibentuk secara independen. "Yang ingin kami dorong di tim BPN adalah memastikn TGPF independen," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.