Kritik Revolusi Mental, Amien Rais Terbitkan Buku Revolusi Moral

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menunjukkan kartu tamu saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018. Dalam kunjungan tersebut, Amien Rais gagal bertemu dengan para pimpinan KPK lantaran dari 5 pimpinan KPK tak satupun berada di tempat. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menunjukkan kartu tamu saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018. Dalam kunjungan tersebut, Amien Rais gagal bertemu dengan para pimpinan KPK lantaran dari 5 pimpinan KPK tak satupun berada di tempat. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta-Ketua Dewan Pembina Partai Amanat Nasional (PAN)  Amien Rais mengatakan program revolusi mental Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak jelas karena tidak memiliki ontentiksitas. Karena itu ia menulis buku untuk mengkritik program itu.

    "Setelah saya jalani empat tahun pemerintahan Jokowi, revolusi mental milik Jokowi tidak jelas, apa sih maksudnya," ujar Amin Rais dalam peluncuran bukunnya berjudul Hijrah, Selamat Tinggal Revolusi Mental, Selamat Datang Revulsi Moral, di Jakarta Selatan, Jumat 11 Januari 2019.

    Baca: Amien Rais Sebut yang Mendesaknya Mundur adalah Orang Jokowi

    Amein Rais menilai revolusi mental yang didengungkan Jokowi hanya memiliki turunan, seperti Indonesia Bersatu, Indonesia Mandiri, Indonesia Bersih. Dia berpendapat program revolsi mental  tidak lahir pemikiran Jokowi.

    Amein Rais mengkritisi program Revolusi Mental Jokowi dengan menerbitkan sebuah buku tetang revolusi moral. Dalam buku tersebut Amien menilai moral adalah kemampuan seseorang untuk membedakan hal yang baik dengan yang buruk. Sedangkan mental, kata dia, hanya kondisi kejiwaan seseorang.

    Simak: Soal Tes Baca Al Quran untuk Capres, Amien Rais: Itu Lucu Sekali

    Menurut Amien dengan ketidakjelasan program revolusi Jokowi , maka jika banyak berjanji tanpa dipenuhi menjadi hal yang biasa. Sering berbohong pun tidak masalah. Selain itu, kata dia, lahirnya pelaku-pelaku hoaks karena tidak adanya tuntunan moral. "Kalau tuntunan moral ini tidak ada, maka budaya baru pun akan hadir, yaitu budaya tipu-tipu," ujarnya.

    Amien Rais berujar revolusi moral harus dimulai dengan pergantian kepemimpinan Presiden Jokowi. "Memulainya dengan mengganti rezim ini," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    3 Calon Ketua Umum PPP Pengganti Romahurmuziy yang Ditangkap KPK

    Partai Persatuan Pembangunan menggelar musyawarah kerja nasional di Bogor, 20 Maret 2019. Hal itu dilakukan untuk mencari pengganti Romahurmurziy