Polisi Sebut Ada Artis Muda Diduga Terlibat Prostitusi Online

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polwan menggiring dua tersangka muncikari dari prostitusi daring artis dan model Endang alias Siska (ES) dan Tantri (TN) ketika ungkap kasus di Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Kamis, 10 Januari 2019. Artis Vanessa Angel dan model Avriellya Shaqqila ditangkap di Surabaya pada Sabtu, 5 Januari  2019 lalu. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Polwan menggiring dua tersangka muncikari dari prostitusi daring artis dan model Endang alias Siska (ES) dan Tantri (TN) ketika ungkap kasus di Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Kamis, 10 Januari 2019. Artis Vanessa Angel dan model Avriellya Shaqqila ditangkap di Surabaya pada Sabtu, 5 Januari 2019 lalu. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Surabaya - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan dalam pengembangan pengungkapan kasus prostitusi online yang melibatkan artis, polisi menemukan fakta mengejutkan. 

    Simak: Polisi: Artis AC, TP, GS, ML, RF Terkait Prostitusi Online

    Bila semula diperkirakan artis-artis yang terlibat berusia antara 20-24 tahun,  ternyata terungkap  ada yang usianya lebih muda. Beberapa di antaranya bahkan masih calon artis.  “Yang berusia 19 tahun ada,” kata Barung di kantornya, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat, 11 Januari 2019.

    Artis belia ini, menurut Barung, bukan termasuk lima artis yang dirilis Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Luki Hermawan, Kamis kemarin. Saat itu Luki membeberkan bahwa dari 45 artis dan 100 model yang diduga terlibat prostitusi online, lima di antaranya telah terindikasi kuat.  

    Mereka ialah AC, TP, GS, ML dan RF.   “Artis muda ini di luar lima nama itu. Mereka ikut terungkap karena konsekuensi dari kegiatan polisi menyelidiki kasus ini,” ujar Barung.

    Adapun lima artis tersebut, menurut Barung, akan mulai dipanggil pekan depan untuk diperiksa sebagai saksi tersangka muncikari Endang alias Siska dan Tentri. Kelimanya bakal diambil keterangannya untuk menguatkan peran Endang dan Tentri.

    Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur Komisaris Besar Akhmad Yusep Gunawan menuturkan peran Endang alias Siska dan Tentri dalam pusaran bisnis prostitusi lewat dunia maya ini cukup penting. Keduanya punya artis “binaan” masing-masing. 

    Mereka menawarkan artis lewat aplikasi percakapan. Jika calon pengguna kurang cocok, muncikari itu bakal mengontak rekannya untuk mencari sosok artis yang sesuai selera pemesan. “Setelah deal, muncikari dapat 15 persen dari total tarif artis,” kata dia.

    Yusep mencontohkan nama Vanessa Angel yang dimunculkan Endang. Saat itu antara 1-5 Januari 2019, ada seseorang yang menghubungi Endang minta dicarikan artis. Oleh Endang pemesan itu dikirimi foto Vanessa. Vanessa sendiri di bawah naungan Endang sejak 2017. “User langsung setuju dengan Vanessa dan bertemu di Surabaya. Namun berhasil kami tangkap,” katanya.

    Baca: Deddy Corbuzier Beberkan Penyebab Artis Terjebak Prostitusi

    Di luar Tentri dan Endang, polisi masih memburu dua muncikari yang telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Dua muncikari perempuan ini, menurut Yusep, kegiatannya tak beda jauh dengan Tentri dan Endang. Mereka juga acap kali sebagai perantara artis dengan pemesan. "Posisinya sudah kami ketahui dan segera kami tangkap," katanya menjelaskan jaringan prostitusi online.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.