KPK Berencana Beri Senjata ke Petugas Setelah Teror Pimpinan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK, Agus Rahardjo memberikan keterangan terkait OTT Bupati Pakpak Bharat, saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Ahad, 18 November 2018. Agus mengatakan Remigo diduga telah menerima Rp 550 juta dalam beberapa kali transaksi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua KPK, Agus Rahardjo memberikan keterangan terkait OTT Bupati Pakpak Bharat, saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Ahad, 18 November 2018. Agus mengatakan Remigo diduga telah menerima Rp 550 juta dalam beberapa kali transaksi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Agus Rahardjo mengatakan lembaganya akan meningkatkan keamanan untuk petugas pascateror rumah pimpinan KPK. Misalnya, kata Agus, petugas KPK akan dibekali senjata tertentu.

    Baca juga: Wadah Pegawai Sebut Teror Pimpinan KPK adalah Ancaman Kesembilan

    "Kami sedang mengevaluasi misalkan nanti petugas KPK akan dilengkapi dengan senjata tertentu. Nanti akan kami bicarakan," ujar Agus di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019.

    Menurut Agus, langkah peningkatan pengamanan para petugas KPK memang sudah dilakukan sejak lama. Salah satunya, setelah kasus penyiraman air keras yang terjadi pada penyidik senior KPK Novel Baswedan. "Langkah-langkah perbaikan keamanan KPK baik di penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan memang harus ditingkatkan," katanya.

    Teror bom terjadi di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat dan rumah Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan, kemarin.

    Berdasarkan laporan yang beredar, teror yang terjadi di rumah Laode berbentuk bom molotov. Salah seorang tetangga yang rumahnya tak jauh dari rumah wakil ketua KPK tersebut mengatakan botol itu ditemukan oleh sopir Laode, Bambang, pada pukul 05.30 WIB.

    Sedangkan untuk rumah Agus, petugas keamanan rumah menemukan benda diduga bom tergeletak di depan rumah. Saat kejadian, Ketua KPK ini sedang tidak ada di rumah.

    Baca juga: Cerita Wakil Ketua KPK Saat Temukan Bom Molotov di Rumahnya

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan jajarannya telah membentuk tim dibantu oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror untuk mengungkap peristiwa teror di rumah pimpinan KPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.