Novel Baswedan Sebut KPK Punya Rekaman Eddy Sindoro dan Lucas

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK Novel Baswedan bersama  petugas imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Andy Sofyar (tengah) dan staf Costumer Service Garuda Indonesia Muhammad Ridwan (kiri) menjadi saksi dalam sidang kasus perintangan penyidikan perkara korupsi dengan terdakwa Lucas di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 10 Januari 2019. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Penyidik KPK Novel Baswedan bersama petugas imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Andy Sofyar (tengah) dan staf Costumer Service Garuda Indonesia Muhammad Ridwan (kiri) menjadi saksi dalam sidang kasus perintangan penyidikan perkara korupsi dengan terdakwa Lucas di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 10 Januari 2019. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan mengatakan lembaganya punya bukti kuat soal keterlibatan advokat Lucas dalam kasus perintangan penyidikan eks bos Lippo Group, Eddy Sindoro. Dia mengatakan salah satunya adalah bukti rekaman percakapan antara Lucas dan Eddy.

    Baca: Novel Baswedan akan Bersaksi dalam Sidang Lucas

    Novel mengatakan percakapan antara Lucas dan Eddy terjadi pada akhir 2016. Saat itu, KPK baru menetapkan Eddy menjadi tersangka kasus suap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution. Namun, Eddy saat itu ada di luar negeri untuk berobat.

    "Pembicaraan cukup panjang. Eddy menyampaikan ingin pulang ke Indonesia dan menghadapi proses hukum, kemudian terdakwa beri masukan untuk tidak pulang," kata Novel dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019. Novel bersaksi dalam sidang perkara perintangan penyidikan Eddy Sindoro dengan terdakwa Lucas.

    Novel mengatakan penyidik menduga Lucas menggunakan cara tertentu untuk berkomunikasi dengan Eddy. Menurut Novel, awalnya Lucas menghubungi pihak lain dengan ponselnya. Secara bersamaan, Lucas menggunakan ponsel lain untuk berkomunikasi dengan Eddy menggunakan aplikasi Facetime. "Kami bawa rekaman itu ke ahli, dan dinyatakan itu suara terdakwa," kata Novel.

    Baca: Teror Pimpinan KPK: Soal Bom Daya Ledak Tinggi dan Novel Baswedan

    Dalam perkara ini, KPK mendakwa Lucas menghalangi proses penyidikan KPK terhadap tersangka mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro. KPK mendakwa Lucas menyarankan Eddy tidak kembali ke Indonesia. Hal itu dilakukan supaya Eddy tidak diproses secara hukum oleh KPK.

    KPK juga mendakwa Lucas membantu Eddy kabur ke luar negeri sesaat setelah dideportasi ke Indonesia pada Agustus 2018 tanpa melalui imigrasi.

    Lucas membantah melakukan percakapan tersebut. Dia mengatakan penyidik tak pernah menunjukan rekaman itu kepadanya, walaupun sudah diminta. Menurutnya, dirinya dijadikan tersangka atas asumsi penyidik, bukan fakta. "Ini sesuatu kekhilafan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.