Tinjau Lapak Nasabah PNM Mekaar, Jokowi Beli Cilok

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo membeli jajanan cilok saat meninjau lapak nasabah PNM Mekaar di Lapangan Sepakbola Gongseng, Ciracas, Jakarta Timur, 10 Januari 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Presiden Joko Widodo membeli jajanan cilok saat meninjau lapak nasabah PNM Mekaar di Lapangan Sepakbola Gongseng, Ciracas, Jakarta Timur, 10 Januari 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyempatkan membeli aneka jajanan seperti cilok, rempeyek, keripik, dan lainnya saat meninjau nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan Pemodalan Nasional Madani (PNM) di Ciracas, Jakarta Timur.

    "(Untuk) Dimakan. Keluarga kami, kan, besar sekali. Kalau saya hanya berdua tapi Paspampres di rumah ada 90 orang," katanya, Kamis, 10 Januari 2018. Jokowi mengungkapkan ia membeli panganan tersebut karena memang suka aneka jajanan pasar. "Semuanya suka.”

    Sebelumnya, saat memberi pengarahan kepada para nasabah yang berkumpul di Lapangan Sepakbola Gongseng, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, itu, Jokowi berpesan agar mereka bisa meningkatkan usahanya usai mendapat pinjaman modal dari PNM.

    Tiap nasabah mulanya mendapat bantuan sebesar Rp 2 juta dan bisa bertambah jika usahanya berkembang. "Misalnya, yang dulunya jualan nasi uduk sekarang tambah jualan tahu. Dan yang dulu jualan cilok bisa buka warung lebih gede," tuturnya.

    Ia mewanti-wanti agar para nasabah memanfaat dengan baik pinjaman yang diberikan sehingga bisa mengembalikannya.  Jika para nasabah lancar dalam mengangsur dan mengembangkan usahanya, mereka berkesempatan mengajukan tambahan pinjaman kepada PNM hingga mencapai Rp 8 juta.

    Jika nasabah bisa mendapatkan pinjaman lebih dari Rp 8 juta, artinya usaha mereka telah berkembang pesat. Untuk pengembangan usaha selanjutnya Jokowi menyarankan agar nasabah PNM mencari modal lewat kredit usaha rakyat (KUR). "Masuk ke KUR. Di sana bisa dapat Rp 25 juta, Rp 50 juta, dan lain-lain," ujarnya.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Undang-Undang Pemberantasan Terorisme Berlaku, 375 Ditangkap

    Sejak pemberlakuan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme yang baru pada Mei 2018, kepolisian menangkap ratusan orang yang diduga terlibat terorisme.