Agus Rahardjo Pertimbangkan untuk Bekali Petugas KPK Senjata

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK, Agus Rahardjo memberikan keterangan terkait OTT Bupati Pakpak Bharat, saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, 18 November 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua KPK, Agus Rahardjo memberikan keterangan terkait OTT Bupati Pakpak Bharat, saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, 18 November 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Agus Raharjo mengatakan lembaganya akan meningkatkan keamanan untuk petugas pascateror rumah pimpinan KPK. Misalnya, kata Agus, petugas KPK akan dibekali senjata tertentu.

    Baca juga: Wadah Pegawai Sebut Teror Pimpinan KPK adalah Ancaman Kesembilan

    "Kami sedang mengevaluasi misalkan nanti petugas KPK akan dilengkapi dengan senjata tertentu. Nanti akan kami bicarakan," ujar Agus di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019.

    Menurut Agus, langkah peningkatan pengamanan para petugas KPK memang sudah ditingkatkan sejak lama. Salah satunya, setelah kasus penyiraman air keras yang terjadi pada penyidik senior KPK Novel Baswedan. "Langkah-langkah perbaikan keamanan KPK baik di penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan memang harus ditingkatkan," katanya.

    Teror bom terjadi di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat dan rumah Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan, kemarin.

    Berdasarkan laporan yang beredar, teror yang terjadi di rumah Laode berbentuk bom molotov. Salah seorang tetangga yang rumahnya tak jauh dari rumah wakil ketua KPK tersebut mengatakan botol itu ditemukan oleh sopir Laode, Bambang, pada pukul 05.30 WIB.

    Baca juga: Cerita Wakil Ketua KPK Saat Temukan Bom Molotov di Rumahnya

    Sedangkan untuk rumah Agus, petugas keamanan rumah menemukan benda diduga bom tergeletak di depan rumah. Saat kejadian, Ketua KPK ini sedang tidak ada di rumah.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan jajarannya telah membentuk tim dibantu oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror untuk mengungkap peristiwa tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.