Bupati Mimika Minta TNI - Polri Antisipasi Gangguan Keamanan

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan karyawan PT Freeport Indonesia berdemonstrasi di Kantor Bupati Mimika, Papua, 17 Februari 2017. ANTARA/Vembri Waluyas

    Ratusan karyawan PT Freeport Indonesia berdemonstrasi di Kantor Bupati Mimika, Papua, 17 Februari 2017. ANTARA/Vembri Waluyas

    TEMPO.CO, Timika - Bupati Mimika Eltinus Omaleng meminta jajaran TNI dan Polri mengantisipasi gangguan keamanan yang dilakukan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) di wilayah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

    “Tidak menutup kemungkinan KKSB bisa bergerak di wilayah Mimika terutama di distrik Tembagapura yang masuk melalui Ugimba," kata Eltinus Omaleng di Timika, Kamis, 10/1. "Dari Nduga pindah ke Sinak, bisa masuk ke Ugimba dan Tembagapura.”

    Eltinus Omaleng tidak ingin peristiwa di Nduga terjadi di wilayahnya. “Kami tidak mau terjadi lagi di daerah kita," kata Bupati dalam rapat bersama pimpinan OPD, TNI dan Polri di Timika.

    Pada 1 dan 2 Desember 2018, silam sebanyak 28 pekerja jalan transPapua dari PT Istaka Karya menjadi korban kekerasan dari kebiadan KKB pimpinan Egianus Kogoya bersama puluhan anak buahnya. Saat itu PT Istaka Karya sedang mengerjakan pembangunan jalan trans-Papua di Yigi, Kabupaten Nduga.

     Eltinus mengatakan salah satu sasaran KKSB adalah PT Freeport seperti yang kerpa terjadi beberapa tahun terakhir. Bupati juga mengajak semua pihak termasuk masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan sebagai tanggungjawab bersama.

    Menanggapi hal itu, Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto atas nama pimpinan TNI dan Polri di Mimika menyatakan siap menjaga keamanan termasuk mengantisipasi gangguan KKSB di wilayah Kabupaten Mimika. Namun Kapolres juga berpesan kepada Bupati Eltinus agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pegunungan seperti di distrik Tembagapura.

    Kesejahterana itu menyangkut soal pendidikan, kesehatan dan lain-lain. “Sebab jika tidak, mereka rentan untuk dihasut atau mudah untuk diajak bergabung dengan KKSB," kata Agung.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.