Novel Baswedan akan Bersaksi dalam Sidang Lucas

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK Novel Baswedan menjawab pertanyaan awak media saat menghadiri peluncuran Jam Hitung Novel Baswedan, di gedung KPK, Selasa, 11 Desember 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik KPK Novel Baswedan menjawab pertanyaan awak media saat menghadiri peluncuran Jam Hitung Novel Baswedan, di gedung KPK, Selasa, 11 Desember 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan akan bersaksi dalam sidang perkara perintangan penyidikan terhadap Eddy Sindoro dengan terdakwa advokat Lucas. "Iya dia saksi," kata pengacara Lucas, Aldres Napitupulu, dikonfirmasi Kamis, 10 Januari 2019.

    Baca: Staf Lucas Sebut Telah Mengarang Cerita saat Diperiksa KPK

    Selain Novel, anak Eddy Sindoro, Michael Sindoro dan pegawai kantor pengacara Lucas, Oscar juga akan bersaksi.

    Dalam perkara ini, KPK mendakwa Lucas menghalangi proses penyidikan KPK terhadap tersangka mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro. KPK mendakwa Lucas menyarankan Eddy tidak kembali ke Indonesia. Hal itu dilakukan supaya Eddy tidak diproses secara hukum oleh KPK.

    KPK juga mendakwa Lucas membantu Eddy kabur ke luar negeri sesaat setelah dideportasi ke Indonesia pada Agustus 2018 tanpa melalui imigrasi. Pada saat dideportasi, Eddy Sindoro disebut ditemani oleh anaknya, Michael dan Jimmy alias Chua Chwee Chye.

    Baca: Lucas Bantah Bantu Eddy Sindoro Kabur dalam Eksepsinya

    Eddy merupakan tersangka dalam kasus suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution. Eddy sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka di bulan Desember 2016. Namun, saat itu Eddy berada di luar negeri. KPK menyangka Eddy turut berperan menyuap Edy Nasution. Novel adalah salah satu penyidik dalam kasus tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.